Belum Genap Dua Bulan, sudah Belasan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Jambi
Kasus kekerasan tersebut didominsi dengan kekerasan fisikis terhadap perempuan dalam keluarga ( KDRT) dan pelecehan seksual terhadap anak.
Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di Provinsi Jambi. Bahkan angkanya masih terbilang tinggi.
Pada 2019, belum genap dua bulan, sudah ada 16 kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan pengendalian penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi.
Kasus kekerasan tersebut didominsi dengan kekerasan fisikis terhadap perempuan dalam keluarga ( KDRT) dan pelecehan seksual terhadap anak.
Kepala Dinas DP3AP2 Provinsi Jambi melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Peindungan Anak, Rika Oktavia, saat diwawancarai Tribunjambi.com pada Jumat (22/2), menyebutkan data yang ada DP3AP2 Provinsi Jambi tersebut merupakan jumlah kasus yang dilaporkan
Tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus yang lain yang tidak dilaporkan ke Dinas.
Selain itu, satu sisi menurut Rika tingginya kasus angka kasus kekerasan terhadap perempuan yang masuk di dinas bukan berarti saat ini meningkat dan darurat kekerasan perempuan dan anak. Namun menurutnya saat ini masyarakat sudah banyak yang tahu dimana mereka harus melapor.
Baca Juga:
Promo Hypermart Minggu Ini, Cashback hingga 15 Persen Tiap Harinya, di Lippo Plaza Jambi
WOW - 60 Ribu Tiket Konser BLACKPINK Ludes Terjual, Debut Mewah di Awal Karir
Wajah Shakira Aurum Ditutupi saat Foto dengan Jokowi di IG, Ternyata Alasan Denada Bikin Haru
Penulis Cantik Celingukan di Kantor Tribun Jambi, Marchella FP Hadir di Gramedia Jambi Nanti Sore
"Dulu itu pasti juga ada, tapi masyarakat tidak melapor, biasanya kalau mereka bermasalah langsung ke Pengadilan agama, atau diselesaikan secara adat," sebut Rika.
Disamping itu Rika menyampaikan, pada tahun 2018 lalu angka kekerasan terhadap perempuan dan anak se Provinsi Jambi yang dilaporkan sebanyak 384 kasus, terbanyak selama lima tahun terakhir.
"Ini imbang antara kekerasan perempuan dan anak. Terbanyak terjadi di kota Jambi, Merangin, dan Muaro Jambi," ujar Rika.
Kedepan tambah Rika, pihaknya akan lebih menggiatkan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat dengan menggandeng semua pihak, seperti pihak desa dan sekolah.
"Selama ini kan kita hanya terpokus menangani perkara yang sudah terjadi. Kedepan kita lebih fokuskan terhadap upaya pencegahan," pungkasnya.
IKUTI KAMI DI IG
Daftar 22 Nama Calon Menteri Kabinet Prabowo Beredar di Medsos, Ini Nama-nama yang Dituliskan
Janji Presiden Jokowi pada Shakira Aurum, Tangisan Denada Pecah Ceritakan Leukimia Shakira
Resmi Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021, Pengerjaan Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2020
VIRAL - Ajak Duel Polisi Hingga Sebut Rela Mati, Begini Nasib Enam Pemuda Mabuk Ini?