VIRAL - Ajak Duel Polisi Hingga Sebut Rela Mati, Begini Nasib Enam Pemuda Mabuk Ini?

Ajak duel aparat kepolisian, Enam pemuda harus berurusan dengan Satuan Reskrim Polres Badung, Kamis (21/2) kemarin.

Editor:
zoom-inlihat foto VIRAL - Ajak Duel Polisi Hingga Sebut Rela Mati, Begini Nasib Enam Pemuda Mabuk Ini?
Ilustrasi berkelahi

Merasa situasi ramai dan tidak kondusif, kedua jajaran reskrim Polres Badung pun meminta maaf, serta melaporkan kejadian itu kepada pimpinannya.

Namun beberapa pemuda asal Sumba ini tetap menahan kedua anggota reskrim Polres Badung ini.

Bahkan Kristoforus mendorong Aiptu Ismaji dengan tangannya sambil menunjukkan gerakan seperti mengajak berkelahi.

Tak lama kemudian, Ipda Ferlanda Oktora datang. Saat tiba di lokasi, Kristoforus langsung menghampirinya dan mengkunci leher Ferlanda dengan tangan.

Seketika, Ferlanda yang menjabat sebagai Kanitidik 1 Satreskrim Polres Badung langsung memberikan tembakan peringatan ke atas.

Namun Kristoforus tetap tidak melepaskan kuncian tangannya.

Setelah itu, masa yang ada di seputaran TKP yang mayoritas orang Sumba menjadi lebih beringas.

Bahkan Fardan Teo (29) yang berasal dari Sumba Timur menantang Ipda Ferlanda dengan membawa kayu balok.

Baca: Live beIN Sports 1 Manchester United vs Liverpool, Jadwal Liga Inggris Pekan Ke-27

Baca: Terima 6000 Blangko e-KTP, Segini Jumlah yang Tersisa di Disdukcapil Bungo

Baca: Sah, Jawaban Adik Ahok Fifi Lety Atas Pernikahan BTP dan Puput Nastiti

Suasana pun makin ricuh, hingga Kelian Adat dan Kelian Dinas Banjar Batu Bidak datang, dan melerai keributan tersebut.

Ipda Ferlanda yang dimintai keterangan mengaku saat itu telah menjalankan tugas.

Bahkan saat pemuda Sumba menantangnya, ia sudah berusaha menjelaskan maksud dan tujuannya. Hanya saja dirinya terus ditantang untuk berkelahi.

“Ayo tembak saya! bunuh saya! saya rela mati," ujar Ipda Ferlanda menirukan tantangan Fardan Teo.

Ia mengaku, keributan itu dilerai oleh Kelian Adat dan Kelian Dinas Banjar Batu Bidak.

Pihaknya kemudian memerintahkan keenam pemuda Sumba masuk kekamarnya masing-masing untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kami memeriksa semua kamar kos para pemuda itu dan menemukan senjata tajam berupa kapak besi di kamar Maksimus Lado (25) dan juga pisau besar. Selain itu juga mengamankan 2,5 botol minuman keras, kayu-kayu, kapak besi dan senapan," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved