Jebakan dengan Restu Palsu, Ini Kronologi Fausi Ditangkap Polisi saat Lamaran Berlangsung

Nasib apes dialami Muhammad Fausi (31), berniat melamar kekasihnya ia justru dijebloskan ke penjara, kok bisa?

Jebakan dengan Restu Palsu, Ini Kronologi Fausi Ditangkap Polisi saat Lamaran Berlangsung
Saba
Ilustrasi lamaran. 

"Keluar dari lapas saya kerja serabutan di Denpasar dan Klungkung. Januari 2019 saya balik ke Jember untuk hindari petugas karena dilaporkan orangtua FT. Sebelum sampai di Jember, saya sempat ancam FT untuk tak melaporkan kejadian ini. Saya dan FT rencana mau nikah dan memohon restu ke orangtuanya," kata Fausi

Kanitreskrim Polsek Karangasem, Iptu Wayah Gede Wirya mengatakan, FT menceritakan kejadian ke orangtuanya, Rabu (30/1/2019).

Lantaran tak terima anaknya diperlakukan demikian, orangtua korban langsung melaporkannya ke polisi.

Saat ini korban dan pelaku masih diperiksa untuk dimintai keterangan.

Pelaku dikenakaan pasal 81 junto 76 huruf D Undang Undang (UU) 35 tahun 2014 terkait perlindungan anak. Hukuman minimal 5 tahun penjara.

"Pelaku pernah juga membegal," kata Gede Wirya.

Kepala Lapas Klas II B Karangasem, Rochidam justru menyangkal keterangan pelaku dan kepolisian. Ia katakan, tak mungkin napi bersama pengunjung memadu kasih di dalam lapas.

Napi dan pembesuk tidak bisa ketemu karena terpisah dengn jeruji besi.

"Ruang besukan itu tidak bisa saling ketemu. Tidak bisa kontek bodi langsung karena terpisah terali. Terali sudah ada sebelum saya menjadi kepala lapas," kata Rochidam.

Jebakan dengan Restu Palsu

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved