Menguak Keberadaan Dentasemen Harimau (Den Harin), Pasukan Elite Indonesia yang Misterius
Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak diketahui secara merata.
Den Harin dipersiapkan untuk misi lapangan rahasia yang menuntut kemampuan bertarung tingkat tinggi yang tak dimiliki oleh semua pasukan TNI dan POLRI.
Misi utama dari Den Harin adalah melindungi NKRI secara menyeluruh tanpa terkecuali.
Jika ada isu serangan, tindakan makar, dan hal-hal negatif lainnya, Den Harin akan datang secara diam-diam dan meringkusnya.
Kemampuan yang Wajib Dimiliki Anggota Den Harin
Ada dua kemampuan yang wajib dimiliki anggota Den Harin.
Pertama kemampuan kombatan atau bertarung dan yang kedua adalah nonkombatan.
Seorang anggota Den Harin harus mampu bertarung dengan sangat gesit, cekatan dan juga cerdas.
Terpenting lagi mereka harus memiliki sikap pemberani dan memiliki loyalitas tinggi pada NKRI.
Kemampuan nonkombatan yang harus dimiliki oleh anggota Den Harin adalah memahami permasalahan sosial, budaya, ekonomi, energi, sains, teknologi, dan bidang lain yang berhubungan dengan negara.
Pembubaran Den Harin
Den Harin resmi dibubarkan tahun 1995.
Ini artinya pasukan elite mengabdi selama 9 tahun di Indonesia.
Pasukan elite ini dianggap sudah purnatugas.
Pembubaran Den Harin secara tiba-tiba disinyalir karena ada misi untuk penggulingan Presiden Soeharto.
Mengetahui hal buruk yang akan mengenainya, presiden memerintahkan pasukan ini dibubarkan.
Namun keberadaan Dentasemen harimau ini sampai saat ini masih menjadi misteri, di laman Wikipedia Den Harin tidak dimasukkan dalam deretan pasukan khusus Indonesia. (Sumber Lain)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/detasemen-harimau-den-harin.jpg)