TPS Jauh, Pedagang Pasar Sengeti Pilih Buang Sampah di Pinggir Sungai

Pedagang Pasar Sengeti Kabupaten Muarojambi merasa tak nyaman berjualan di pasar tradisional tersebut.

TPS Jauh, Pedagang Pasar Sengeti Pilih Buang Sampah di Pinggir Sungai
Tribunjambi/Samsul Bahri
Seorang pedagang pasar menunjukkan tumpukan sampah di tangga sungai. Para pedagang banyak membuang sampah ke pinggir sungai lantaran tempat pembuangan sampah jauh dari tempat mereka jualan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pedagang Pasar Sengeti Kabupaten Muarojambi merasa tak nyaman berjualan di pasar tradisional tersebut. Hal ini dikarenakan adanya beberapa titik sampah dekat tempat mereka jualan, dan  tak pernah dibersihkan.

Yati, seorang pedagang pasar Sengeti mengatakan bahwa hal ini terjadi karena minimnya tempat pembuangan sampah. Sehingga pedagang membuang sampah sisa dagangan di pinggir sungai.

"Ado dibangun, tapi jauh. Kami nak ngumpulin dulu di sini, baru kami buang ke sana. Kebanyakan karena jauh tadi buang sembarangan lah, ini lah ada lima bulanan, dibuang di pingir sungai," sebutnya.

Baca: Singgung Video Settingan Warga Nangis-nangis ke Capres/Cawapres, Sudjiwo Tedjo Sebut Iklan Sampo

Baca: Kocak, Kisah Jokowi Suka Salah Sebut Apa Jualan Kaesang, Pernah Meremehkan Malah

Baca: Pemkab Tanjabbar Gelontorkan Rp 80 Miliar untuk Proyek Air Bersih, Target 2019 Mengalir ke Tungkal

Baca: Pengantin Wanita Ngamuk dan Langsung Minta Cerai Gara-gara Saat Tersandung, Ditertawakan

Baca: Namanya Den Harin, Pasukan Khusus Misterius Dianggap Lebih Hebat dari Kopassus: Ini Kisahnya

Ia menambahkan, sampah tidak hanya dibuang ke pingir sungai, tapi juga menumpuk di tangga pingir sungai. Padahal tangga tersebut biasanya digunakan perahu untuk menurunkan penumpang yang ingin belanja di Pasar Sengeti.

"Karno lah numpuk di tanggo, dak mau lah orang berenti di sini. Orang berenti di pasar bagian sebelah sano. Otomatis bekurang jugo lah pembeli, karno malas jauh nak bejalan ke sini," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rosmah. Selain minimnya TPS di dekat pasar, pedagang juga terkesan malas  membuang sampah ke TPS yang memang cukup jauh dari lokasi pasar.

"Iyo kito dak sepenuhnyo nyalahkan dinas dan masyarakat. Karno yo kito pedagang lah capek jualan, malas lah pulak nak numpukkan sampah terus buang jauh ke sano. Dinas ado buat TPS tapi yo itu jauh," terangnya.

Lebih lanjut Ia berharap kepada Dinas terkait untuk membuat TPS yang dekat dengan lokasi jualan pedagang. 

"Iya kita harapkan buatlah di sudut-sudut dekat pedagang, jadi kami dak jauh-jauh buat buang sampah. Terus kami mintak petugas kebersihan jugo angkut sampah yang di pingir sungai, apo lagi di tanggo yang buat akses perahu berenti," katanya.

"Sekarang ni tanggo lah tetutup dengan sampah, mano kadang bauk jugo. Anak-anak jugo biasonyo gunakan tanggo buat ke sekolah kalo yang pakek perahu, kini dak lagi, harus jalan jauh ke tanggo dekat pasar bagian sebelah," pungkasnya.

Pantauan Tribunjambi.com belum lama ini, sepanjang pingir sungai yang berada di Pasar Sengeti memang terlihat cukup banyak. Bahkan ada beberapa yang sudah mengendap dan menutupi tangga sungai.

Baca: Pencurian Hingga Pemerkosaan Terjadi di Komplek Perkantoran Bupati Muarojambi, Sekda Mengaku Sudah

Baca: UAS Resmi Dipanggil Syaikh Abdul Somad, Habib Luthfi Juga Membaiatnya

Baca: Polda Jatim Bantah Mucikari Pernah Pakai Jasa 5eks dari Vanessa Angel

Baca: Satu Lagi Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan Maut di Ladang Panjang

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved