Marak Demam Berdarah, Pria Ini Raih Omset Hingga Belasan Juta Rupiah dari Jualan Ikan Cupang

Dari usaha ikan cupang, karena DBD, Pria ini bisa raup keuntungan hingga belasan juta rupiah, kok bisa?

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM
Heru Sulistio, salah seorang pembudidaya ikan cupang di Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ikan cupang terkenal tak hanya karena kecantikan warna dan siripnya, tetapi juga karena keahliannya sebagai ikan petarung hingga penggunaannya sebagai ikan pembasmi jentik nyamuk.

Beberapa manfaat itu membuat permintaan ikan berbadan mungil yang masuk keluarga Osphronemidae dengan genus betta ini tak pernah sepi, sehingga menjadi ceruk usaha yang cukup menggiurkan.

Ini yang membuat banyak kalangan membudidayakannya.

Salah satu pembudidayanya adalah Heru Sulistio (50), warga Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur.

Kawasan Ketami tempatnya tinggal menjadi salah satu sentra pembudidayaan ikan cupang di Kediri.

Baca: Tak Diberi Izin Jenguk Ahmad Dhani, Tokoh Pendukung Prabowo Protes, Ternyata Begini Alasan Karutan

Baca: Adik Julia Perez, Della Perez atau Della Wulan Astreani Curhat di Pusara Julia Perez, Kabar Buruk ?

Baca: Hari Ini! Yamaha MotoGP Pamer Motor Balap Baru untuk MotoGP 2019, Valentino Rossi ke Jakarta

Dari usahanya itu, setiap bulannya Heru mampu meraup keuntungan hingga Rp 15 juta.

"Kolam-kolam saya semua berada di pekarangan belakang rumah," ujar Heru yang juga Wakil Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Maju, Sabtu (2/2/2019).

Total kolam yang dia punya mencapai 50 petak.

Ukurannya rata-rata 3X5 meter.

Di kolam-kolam itu, dia menjalankan proses budidaya mulai dari mengawinkan hingga pembesaran ikan cupang.

Heru menuturkan, budidaya ikan cupang relatif lebih mudah dibanding ikan hias lain, seperti koki maupun koi.

Dalam perawatan hariannya, juga tidak ada trik-trik khusus selama perawatan ikan.

Ikan ini juga dikenal tangguh terhadap perubahan cuaca yang berdampak pada suhu air.

Begitu juga dengan penyakit, lumayan berdaya tahan tinggi.

Baca: UPDATE Cara Pendaftaran SNMPTN 2019 mulai Senin (4/2)-Kamis (14/2), Ini 5 Tahapan Peserta Daftar

Baca: Pakar Feng Shui Ungkap Peluang Jokowi-Maruf vs Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019 Dilihat dari Shio

Baca: Mengapa saat Imlek Selalu Hujan? Karena Kebetulan atau Ada Hal Lain, Ini Jawabannya

"Perawatan rutin hanya berupa pemberian makan pada pagi dan sore hari," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved