Breaking News:

Satu per Satu Pedagang Tinggalkan Pasar Parit III, Kondisi Ini Penyebabnya

Sejak dibangun pada tahun 2002 lalu hingga sekarang, Pasar Parit III, Kampung Nelayan Kuala Tungkal belum tersentuh perbaikan.

Tribunjambi/Wahyu
Kondisi pasar tradisional Parit III di Tanjab Barat. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sejak dibangun pada tahun 2002 lalu hingga sekarang, Pasar Parit III, Kampung Nelayan Kuala Tungkal belum tersentuh perbaikan. Kondisi Pasar tradisional ini saat ini memprihatinkan.

Dari pantauan Tribunjambi.com bangunan mulai rapuh, terlihat plafon rusak bahkan tiang pasar banyak yang nyaris roboh hingga membahayakan para pedagang yang sedang berjualan.

Pasar ini telah belasan tahun tidak tersentuh perbaikan, banyak pedagang yang mengeluh dengan kondisi pasar. Sebab kondisi ini juga dinilai berpengaruh pada minat pembeli dan antusias para pedagang.

Seorang pedagang, Maslani mengakui jika kondisi bangunan pasar yang memprihatinkan ini membuat pedagang kurang nyaman. Bahkan saat turun hujan lebat, atap pasar banyak yang bocor.

"Kondisi pasar ini meragukan, kalo bangunan rusak begini bagaimana pembeli mau masuk. Kami saja tidak nyaman," ungkapnya.

Baca: Tahun Ini, 9 Ranperda Dibahas Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Batanghari, Ini Rinciannya

Baca: Dua Pegawai KPK Dianiaya Disertai Perampasan Barang Saat Cek Indikasi Korupsi

Baca: Banyak Kerbau Berkeliaran di Perkantoran Bupati Sarolangun, Satpol PP Tunggu Pasang Baleho Dulu

Baca: Dua Pegawai KPK Dianiaya di Hotel Borobudur Saat Tugas Di Lapangan, Hidung Retak dan Wajah Sobek

Baca: Kabar Terkini Ahok, Libur ke Belitung, Bagikan Momen Makan Bersama Keluarga Besar, Apa Kabar Vero?

Menurutnya dengan kondisi kerusakan seperi pada atap pasar, lapak para pedagang, lantai pasar hingga tiang penyangga membuat kondisi pasar semakin semrawut dan praktis membuat para pedagang dan warga yang belanja khawatir.

Maslani berharap pemerintah maupun instansi terkait untuk segera memperbaiki bangunan pasar tradisional Parit III tersebut.

Hal senada juga dikatakan Menik, kondisi pasar sejak dibangun pada tahun 2002 silam hingga sekarang sangat mengalami penurunan.

Bahkan tidak adanya perawatan dan kurang adanya penertiban pedagang lapak dadakan di sekitar jalan juga mempengaruhi penghasilan para pedagang yang berjualan di dalam pasar.

"Akibat bangunan pasar banyak rusak, satu per satu pedagang meninggalkan lapak di pasar Parit III. Pedagang lebih memilih tumpah ruah di pinggir jalan depan pasar," ungkapnya.

Tentu menurutnya hal ini membuat kondisi pedagang di dalam pasar semakin sepi pembeli. Bila dibandingkan dengan dulu, hampir seluruh lapak penuh. Namun sejak adanya lapak-lapak di pinggir jalan lambat laun pasar menjadi sepi.

Menik berharap pemerintah dapat mencari solusinya agar aktivitas jual beli di pasar tradisional Parit III ramai pembeli, dan semuanya memanfaatkan lapak yang ada.

Baca: Info Lowongan Kerja Universitas Gajah Mada Membuka Seleksi Penerimaan Tenaga Kependidikan Tetap

Baca: UPDATE Pendaftaran SNMPTN 2019 Dibuka Besok, Jadwal, Cara Login Snmptn.ac.id Unggah Foto dan Syarat

Baca: Blangko KK di Muarojambi Kosong Sejak Desember 2018, Ini Alternatif yang Dilakukan Dukcapil

Baca: VIDEO: Ari Lasso Bawakan Lagu Hadapi dengan Senyuman Al Ghazali dan Dul Jaelani Menangis

Baca: Cara Login Pendaftararan SNMPTN 2019 di snmptn.ac.id, Pilih Perguruan Tinggi & Studi yang Ditawarkan

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved