Pelayanan Belum Maksimal, Lurah Nipah Panjang II Berharap Ada Rehab Kantor Tahun Ini

"Pada setiap Musrenbang dilaksanakan termasuk dalam 10 besar, tapi belum juga ada perehaban dilaksanakan," ungkapnya.

Pelayanan Belum Maksimal, Lurah Nipah Panjang II Berharap Ada Rehab Kantor Tahun Ini
tribunjambi/zulkifli
Kantor Lurah Nipah Panjang II 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kondisi kantor Kelurahan Nipah Panjang II, kini sangat memperihatinkan. Beberapa titik kantor di kelurahan itu mengalami kerusakan. Terdapat atap yang bocor dan dinding yang keropos, membuat aktivitas dikantor itu kurang maksimal.

Santoso Toyib, Lurah Nipah Panjang, Kecamatan Nipah Panjang Tanjabtim, kepada Tribunjambi.com, belum lama ini mengatakan,

ke depannya ia sangat mengharapkan agar bantuan rehab kantor di Kelurahan Nipah Panjang ll bisa terlaksana. Sebab kata dia, kondisinya sudah memprihatinkan karena termakan usia.

"Jika hujan turun, lantai menjadi basah semua. Bahkan kegiatan kantor pun kurang maksimal," ungkap Santoso.

Baca: Kasus Dugaan Korupsi di Damkar Sarolangun, Kejari Tunggu Penghitungan Kerugian Negara dari BPK Jambi

Baca: UPDATE Vanessa Angel Setelah Pingsan Begini Kondisinya Sekarang, Minta Penangguhan Penahanan

Baca: Partai Hidup Mati Persib Bandung vs Persiwa Wamena di Piala Indonesia, Siapa Lagi yang Dimainkan

Lurah Nipah Panjang II menunjukkan bagian di ruangannya yang rusak
Lurah Nipah Panjang II menunjukkan bagian di ruangannya yang rusak (tribunjambi/zulkifli)

Ia memaparkan, sejak dibangunnya kantor Kelurahan Nipah Panjang II pada tahun 80 an itu, hingga kini belum pernah sekalipun ada perehaban oleh pemerintah. Kalau pun ada, perehaban itu pun inisiatif atau kebijakan dari lurah.

"Dengan dana Rp200 juta sudah ku rasa cukup untuk merehab kantor tersebut. Tapi dengan swakelola," kata Lurah saat dikonfirmasi diruangannya.

Ia mengungkapkan, pada 2017 lalu, hal ini sudah pernah diusulkan melalui proposal, bahkan di tahun 2018 nya melalui kecamatan. Namun belum ada responnya. Karena kondisi semakin memprihatinkan, maka ia mencoba memasukan lagi proposal ditahun 2019 ini untuk usulan rehab kantor.

Baca: VIDEO: Fasilitas Ilegal Drilling di Batanghari, dari Warung Nasi Hingga Jasa Pembuatan Ring Pompa

Baca: Ahok Baru Mengirup Udara Bebas, Giliran Buni Yani yang Dieksekusi Jalani Vonis 1,5 Tahun Penjara

Baca: 10 Ribuan Warga di Merangin Belum Rekam e-KTP, Ini Cara Dukcapil Merangin Mensiasatinya

"Pada setiap Musrenbang dilaksanakan termasuk dalam 10 besar, tapi belum juga ada perehaban dilaksanakan," ungkapnya.

Ia menganggap, kalau rehab kantor Lurah Nipah Panjang II ini belum terlaksana dikarenakan anggarannya masih dibutuhkan untuk pembangunan yang lebih penting lagi.

"Tapi logikanya ini lebih penting lagi. Karena ini pelayanan masyarakat, pelayanannya publik dari bawah," ungkapnya.

Baca: Jadwal Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Terbuka 2019, Berikut Syarat Hingga Biaya Pendidikan

Baca: Anak Gubernur Kena Pungli Rp 200 Ribu, Bapaknya Marah-marah di Depan Puluhan Kades dan Camat

Baca: UPDATE Banjir di Kota Manado, Genangan Air Mencapai Atap Rumah Warga, Bandara Sam Ratulangi Ditutup

Jika dana yang disebutkan di atas direalisasikan, lanjutnya, bisa saja pembangunannya langsung untuk rehab kantor dan memperbaiki atau menimbun halaman kantor.

"Karena halaman tersebut sering banjir jika hujan turun. Coba lihat dewek halaman itu sambil menunjuk halaman tersebut," lanjutnya.

"Kami juga berharap pada pemerintah kabupaten, agar ke depannya kantor ini bisa lebih bagus lagi. Sehingga pelayanan publik bisa maksimal. Kalau sekarang pelayanannya paling 80 atau 85 persen," pungkasnya.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved