Begini Latihan Personel Detasemen Khusus 88, Disiapkan Menghadapi Teror
TRIBUNJAMBI.COM--Pasukan khusus Datasemen 88 (Densus 88) Polri termasuk pasukan yang penuh teka-teki
Namun soal penyebaran personelnya memang sama. Gegana dan Densus 88 ditugaskan di Kepolisian Daerah di seluruh Indonesia.
Baca: Jangan Sepelekan Hal ini, Terlalu Banyak Berhubungan badan Bisa Bikin Sulit Hamil
Meski koordinasi tetap berada di bawah Bareskrim, Densus 88 kemudian dibentuk di setiap Polda dengan Polda Metro Jaya sebagai rujukan pertama setelah Densus 88 Mabes Polri.
Sebelumnya Densus 88 dibentuk ditingkat Mabes Polri dengan pimpinannya Brigjen Pol Gories Mere.
Pembentukan Densus 88 Antiteror Polri merupakan rangkaian upaya untuk melawan aksi terorisme.
Pemicu terbesar adalah dari upaya dunia yang digalang AS demi mencegah serangan teroris seperti pernah terjadi di menara kembar World Trade Center di New York, AS pada 11 September 2001.
Indonesia sendiri pernah mendapat serangan teror dalam skala besar seperti peledakan bom Bali (12 Oktober 2002) dan di Hotel JW Marriot, Jakarta (5 Agustus 2003).
Baca: Kekejaman Tentara Jepang di Hindia Belanda, Mulai dari Buang Belanda ke Laut Hingga Pelacuran Paksa
Atas kepedulian inilah, tiap tahun AS dan Australia memberikan bantuan kepada Polri untuk membentuk suatu Detasemen khusus antiteror.
Tujuan dari program tahunan ini adalah untuk membentuk suatu tim antiteror independen milik Polri.
Mereka harus sanggup menangani aksi teror mulai dari aksi bom, penyelamatan sandera, dan reaksi cepat hingga serangan bersenjata (armed assault).
Dalam perencanaannya, Densus 88 secara penuh beroperasi mulai 2005 dengan perkiraan kekuatan sekitar 400 personel.
Pelatihan Detasemen 88 tetap dilakukan di Megamendung. Di tempat ini dibangun berbagai kelengkapan pelatihan baru dari pembiayaan AS.
Diantaranya firing range, knockdown house, ruang kelas dan berbagai bangunan dengan alat dan kelengkapan untuk melakukan berbagai pelatihan.
Baca: 6 Kehebatan Sat-81 Kopassus, Pasukan Rahasia yang Cepat dan Mematikan Ini Kemampuan Khususnya
Personel Densus 88 yang dilatih, diharuskan menghabiskan minimal 30.000 peluru selama pendidikan.
Tujuannya adalah agar semua personel Densus 88 memiliki kemampuan mahir menembak dengan semua jenis senjata api.
Instruktur pun didatangkan dari AS dengan kualifikasi eks pasukan khusus atau secret service.
Baca: Buah Warisan Sunan Muria Ini Diyakini Bisa Membunuh Sel Kanker dan Tumor
Selain latihan di Megamendung, Densus 88 juga menggunakan Pusat Pelatihan Antiteror Indonesia (Platina) yang dibangun di komplek Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang.(intisari-online/Agustinus Winardi )
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Disiapkan Hadapi Teror, Begini Latihan Personil Densus 88 dan Kualifikasi Pelatihnya,