Operasi Saraf No 9 Gangguan Saraf Langka, saat Dewi Makan dan Minum Selalu Muncrat Keluar Mulut
Jika rasa sakit itu terasa, Dewi tak mau sedikit bicara. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulut menghasilkan kesakitan luar biasa. Kisah operasi
Badannya kurus kering, karena memang mulutnya menolah menerima makanan dan menuman. Terpaksa dia menggunakan selang untuk sekadar memasukkan bubur atau minum susu ke kerongkongannya agar makanan dan minuman itu tidak tiba-tiba menyembur keluar.
Untuk mengatasi persoalannya itu, Ny Dewi dan keluarganya sudah mendatangi begitu banyak dokter dan ahli kesehatan di Indonesia.
“Saya sudah datangi para ahli THT, saraf dan para ahli di Jakarta ini. Saya juga meminta bantuan ke penyambuhan alternatif, tetapi dia memang dokter kupuntur yang baru ulang dari luar negeri. Saya diterapi, tetapi juga hanya bisa mengurang rasa sakit sesaat saja. Jarum dicabut, asa sakit datang kembali, tifak sembuh-sembuh,” tuturnya.
Juga pernah dirujuk ke dokter ahli, disarankan agar mulut saya dikuret.
“Ya berdarah-darah. Juga beberapa gigi saya dicabut. Terakhir karena ada gigi yang kuat dicabut, mulut saya diganjal. Karena terlalu lebar tahan saya sampai tak bisa menutu. Beruntung ada yang membant menekan kembali, sehingga mulut saya bisa tertutup,” kata Ny Dewi mengenang upaya mencari kesembuhan penyakitnya yang menyiksa dirinya itu.
“Sudahlah pokoknya saya pasrah saja kepada Allah SWT, jika ada dokter yang mau operasi ya saya siap operasi. Asal penyakit saya ini bisa disembuhnya,” tegasnya.

Ada seorang dokter setelah melakukan MRI menyebutkan bahwa Ny Dewi menderita trigiminal neuralgia (TN) atau gangguan saraf No. 5.
“Disarankan agar dioperasi. Saya siap saja, tetapi dokternya bila hanya bisa dibuka saja tetapi tidak bisa mengatasi,” katanya.
Ternyata jalan menuju kesebuhan itu terbuka, ketika seorang dokter gigi yang tidak lain adalah adik Ny Dewi membawa brosur terbitnya Community Brain and Spine Surabaya (CBSC).
Dalam brosur itu disebutkan bahwa Comphrenhensive Brain and Spine Center Surabaya menangani kasus-kasus penderita saraf mulai dari otak, batang leher, tulang belakang. Termasuk menangani gangguan saraf yang diderita pasien yang mengalami gangguan sataf nomor 9.
“Saya baca di brosur itu, ciri-ciri yang saya rasakan sama seperti yang tertera dalam brosur. Sudah saya dan suami langsung ke CBSC untuk mencari kesembuhan. Alhamdllilah kok bisa bertemu dr M. Sofyanto, Sp.BS,” tegasnya.
Masuk ruang periksa, dr. Sofyanto menyebutkan bahwa Ny Dewi Pratiwi mederita gangguan saraf no. 9.
"Gangguan saraf sembilan termasuk kasus langka. Jarang terjadi, tetapi ini menimpa Ny Dewi,” kata Sofyanto ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis pekan lalu di ruang kerjanya.
Bagaimana sakit ini menimpa seseorang?
“Tidak diketahui penyebabnya, tetapi biasanya sama dengan saraf 7 misalnya penyebab wajah perot. Atau saraf no. 5 yang disebut dengan trigimiminal neuralgia (TN) kesakitan separuh wajah. Ini semua terjadi karena terjadi perlengkean antara pembuluh darah dengan saraf. Istilah gampangnya korsleting antara saraf dengan pembuluh darah di otak. Jika saraf tertekan oleh pembuluh darah itulah sakitnya datang,” kata dokter yang sudah melakukan operasi kepada 1001 orang pasien penderita gangguan saraf .