Jenderal TNI Dibentak-bentak Bintara Tapi Diam Saja, 'Mungkin Memang Salah Saya Sendiri'

Menjadi bagian dari Badan Intelijen Negara bukan hal mudah. Ada beban berat yang harus diemban ...

Jenderal TNI Dibentak-bentak Bintara Tapi Diam Saja, 'Mungkin Memang Salah Saya Sendiri'
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Ilustrasi: Sebanyak 650 anggota Yonif 141 AYJP mengikuti upacara pelepasan pasukan ke Kaltim di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa (7/5/2013).Upacara pelepasan dipimpin langsung Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo. Pasukan ini diberangkatkan dengan KRI Teluk Ratai 509. 

TRIBUNJAMBI.COM - Menjadi bagian dari Badan Intelijen Negara (BIN) bukan hal mudah. Ada beban berat yang harus diemban oleh setiap personel intelijen.

Jika berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang, tidak akan dicari, dan jika mati, tidak ada yang mengakui. Itulah kira-kira gambaran seorang intelijen handal.

Ini seperti dialami Jendral LB Moerdani, 'raja intel' yang dibentak-bentak prajurit jaga, gara-gara parkir di dekat pos.

Melansir artikel kompas.com berjudul "Intelijen dan Belajar Menjadi Sosok yang Misterius", mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali, pernah menyampaikan orasi ilmiah di hadapan wisudawan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Said Ali mengungkapkan gambaran sosok intelijen.

"Jika berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang, tidak akan dicari, dan jika mati, tidak ada yang mengakui," kata As'ad seperti dimuat harian Kompas, 7 Oktober 2009.

Aksi para prajurit Kopaska, Denjaka dan Marinir TNI AL pada serah terima jabatan Komandan Korps Marinir
Aksi para prajurit Kopaska, Denjaka dan Marinir TNI AL pada serah terima jabatan Komandan Korps Marinir (IST/Dinas Penerangan Korps Marinir)

Beban berat itulah yang setidaknya mengharuskan seorang personel intelijen menjaga kerahasiaannya dan belajar menjadi sosok yang misterius.

Baca: Kisah Intel Andalan, Siang Jualan Bakso Malam Jual Sekoteng, bahkan Jadi Hansip, Penjahat Tertangkap

Baca: Intelijen Indonesia Bekuk Agen KGB Rusia Kawakan, Mayor Sutardi sempat Ajak Anak ke Restoran

Baca: Penyebab Pohon Randu di Pusdikpassus Kopassus Hancur Semua, Ternyata karena Mahaguru Berlatih

Baca: Polantas Tilang Mayjen TNI, Kapolda Turun Tangan Minta Maaf, Jawaban Poniman Saya yang Salah

Baca: Lewat Tengah Malam Gamelan Berbunyi Sendiri di Rumah Soeharto, Kejadian Aneh di Ndalem Kalitan Solo

Ada beberapa intelijen Indonesia kawakan dari TNI, di antaranya Benny Moerdani.

Pada buku Benny: Tragedi Seorang Loyalis yang ditulis Julius Pour, ada pengalaman menarik Benny Moerdani dalam menjaga kerahasiaannya.

Cerita itu bermula ketika Moerdani pergi ke Markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib).

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved