Sudjiwo Tedjo Nilai Debat Capres Jokowi vs Prabowo Buang Energi 'Sekarang Manusia Tak Terikat Janji'
Ada empat tema yang diangkap dalam Debat Pilpres 2019 putaran pertama. Keempat tema tersebut yakni seputar hukum, HAM, terorisme dan korupsi.
Sudjiwo Tedjo Nilai Debat Capres Hanya Buang Energi 'Sekarang Manusia Tak Terikat Janji'
TRIBUNJAMBI.COM - Debat Pilpres 2019 putaran pertama akan berlangsung esok hari, Kamis (17/1/2019).
Debat capres cawapres tersebut akan disiarkan langsung di beberapa stasiun televisi, yakni streaming TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV pukul 19.00 WIB.
Ada empat tema yang diangkap dalam Debat Pilpres 2019 putaran pertama.
Baca: Ramai Ucapan Belangsungkawa Diunggahan Terakhir Gabi Ramadhan, Komika Muda yang Menderita Kanker Ini
Baca: Jokowi Lulus Tahun 1982 Dari SMA N 6 Surakarta yang Berdiri 1986, Penjelasan Guru dan Bocoran Nilai
Baca: Asli Keren dan Murah Ternyata! Xiaomi Buka Harga Rp1,4 Juta & Rp1,6 Juta untuk Smartphone Redmi 7
Keempat tema tersebut yakni seputar hukum, HAM, terorisme dan korupsi.
Menanggapi soal agenda Debat Pilpres 2019 tersebut, budayawan Sudjiwo Tedjo menganggap kalau acara Debat Pilpres 2019 tak perlu diadakan.

Ada tiga alasan yang membuat dirinya keberatan dengan adanya debat capres cawapres ini.
Saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di TVOne, Senin (15/1/2019), Sudjiwo Tedjo mengungkapkan keberatan yang pertama adalah format acara debatnya pasti formal.
Lalu, keberatan yang kedua, Sudjiwo Tedjo tak menemukan kata debat dalam Pancasila.
Baca: Banyak Netizen Tak Percaya Pria Ini Naik Haji dengan Jalan Kaki, Faktanya Terjadi Hal Luar Biasa
Baca: Di Singapura Pasukan Gurkha Dilarang Keras Menikahi Perempuan lokal, Ternyata Ini Alasannya
"Setelah saya cari-cari dalam Pancasila, debat itu gak ada. Adanya hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan, bukan dalam perdebatan dan perwakilan, ucapnya.
Lalu dasar keberatan yang ketiga, dirinya menjelaskan soal teori evolusi ciptaannya sendiri yang berbeda dengan teori evolusi milik Charles Darwin.
"Kambing dulu terikat sama talinya, sekarang masih terikat sama talinya. Manusia dulu terikat sam kata-katanya, sekarang manusia tidak terikat sama kata-katanya. kambing stagnan, manusia berkembang. Jadi buat apa ada debat kalau sekarang manusia tak terikat sama kata-katanya, gak terikat pada janjinya. Buang-buang energi," tuturnya.
Untuk itu, ia mengatakan debat capres cawapres untuk Pemilu berikutnya tak perlu diadakan.
Sudjiwo Tedjo pun justru memuji pasangan capres cawapres fiktif, Nurhadi-Aldo yang tak membual janji.
"Yang paling betul itu Capres Nurhadi. 'Saya sebagai capres tak akan berjanji apapun, dilakoni saja, kalo cocok hayu.' begitu," ucap Sudjiwo Tedjo diikuti tawa orang-orang di studio acara.
Teknis Debat
dalam Debat Pilpres 2019 adkan dibagi ke dalam 6 segmen.
Segmen 1 yakni penyampaian visi misi pasangan capres cawapres selama 23 menit.
Segmen 2 dan 3, debat dilakukan dengan metode pertanyaan terbuka selama 31 menit.
Moderator debat akan menyampaikan pertanyaan kepada masing-masing paslon.
Masing-masing paslon akan mendapatkan satu pertanyaan untuk setiap tema.
Pada sesi ini, masing-masing paslon tidak diperbolehkan menanggapi paslon lainnya.
Segmen 4 dan 5, setiap paslon diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada paslon lainnya.
Paslon bisa saling menimpali atau menanggapi jawaban dari paslon yang diberikan pertanyaan.

Di segmen ini akan diberi wakti 26 menit.
Segmen 6 sebagai segmen penutup, masing-masing pasangan calon menyampaikan closing statement.
Dalam segmen ini hanya diberi waktu berdurasi 11 menit.
Baca: Perjalanan Aris Idol Sebelum Ditangkap Karena Narkoba, Berawal dari Pengamen hingga Akan Bercerai
Mantan Presiden Diajak Nobar Debat Pilpres 2019
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menyebut pihaknya terus mematangkan persiapan jelang debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari mendatang.
KPU saat ini tengah sampai pada tahap finalisasi proses identifikasi undangan. Total, akan ada 500 undangan yang disebar dengan rincian, 100 undangan untuk masing-masing kubu baik TKN maupun BPN.
Sementara 300 undangan lainnya, bakal diberikan KPU kepada para tokoh masyarakat dengan berbagai latar belakang yang relevan terhadap tema debat.
"Terus kita matangkan. Sekarang ini kita lakukan identifikasi akhir untuk mengundang undangan. Jadi undangan total ada 500," kata Wahyu, di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

"Karena ini temanya Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme, tentu saja 300 orang itu sesuai tema. Itu juga semua latar belakang," imbuhnya.
Lebih jauh Wahyu menjelaskan 300 orang tersebut terdiri dari kalangan tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, pemantau, LSM.
Baca: Heboh 10 Years Challenge, Penasaran dengan Perubahan Lucinta Luna, Elly Sugigi Menantangnya
Baca: Fakta Penangkapan Aris Idol, Bermula Tangkapan 300 Butir Ekstasi hingga Pengintaian Seminggu
KPU juga mengundang Presiden ke-3 BJ Habibie, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tak ketinggalan, para mantan Wakil Presiden seperti Tri Sutrisno dan Hamzah Haz.
Wakil Presiden pendamping Jokowi, Jusuf Kalla juga turut diundang.
"KPU berharap beliau-beliau sehat sehingga bisa hadiri undangan KPU. Pak JK tentu saja kami undang, kan beliau wapres," jelasnya.
Sementara yang menyatakan tidak hadir ialah perwakilan dari KPK dan Komnas HAM lantaran permintaan mereka sendiri.
"Tidak datang, karena permintaan beliau sendiri," ujar Wahyu.
Debat perdana capres-cawapres bakal dilangsungkan pada 17 Januari 2019, di Hotel Bidakara, dan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun tv yang sudah ditunjuk sebelumnya oleh KPU RI.
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Sudjiwo Tedjo Tak Setuju Ada Debat Capres Cawapres : Tak Ada di Pancasila dan Buang-Buang Energi