Kesaksian Sulis dari Lampung Saat Tsunami Menerjang, Dihantam Air, Terbenam, Ia Tengah Hamil 6 Bulan
Menurutnya, kondisi malam itu cukup mencekam lantaran aliran listrik di sana mati. Tiba-tiba air menerjang
Kesaksian Sulis dari Lampung Saat Tsunami Menerjang, Dihantam Air, Terbenam, Ia Tengah Hamil 6 Bulan
Laporan Wartawan Gridhot.ID, Septiyanti Dwi Cahyani
TRIBUNJAMBI.COM - Tak hanya Willy Siska, warga Cipinang Lontar RT 009/09 Pulogadung, Jakarta Timur yang berhasil selamat dari gelombang tsunami yang menerjang pantai-pantai di area Selat Sunda.
Seorang wanita bernama Sulis, warga Desa Waymuli Timur, Lampung juga berhasil selamat dari gelombang tsunami tersebut.
Dilansir dari Tribun Lampung, saat gelombang besar menerjang rumahnya, Sulis mengaku jika ia dan dua anaknya sedang hendak tidur.
Baca: Kesaksian Seorang Belanda Ungkap Fakta Mengerikan Dahsyatnya Letusan Krakatau, 21.574 Bom Atom
Baca: VIDEO: Natal dan Tahun Baru Penjual Kue di Jambi Untung Besar, Kue Ini Paling Favorit
Baca: Tak Minta Izin, Begini Reaksi Fadli Zon Saat Ditegur Ketua RW di Karanganyar, Sebut Ingin Lihat Ini
Ia yang tengah dalam kondisi hamil enam bulan mengaku sempat terendam air laut.
"Waktu hendak menyelamatkan diri saya sempat jatuh."
"Suami saya menyelamatkan anak. Saya terendam luapan air" tuturnya.

Pantauan udara daerah terdampak tsunami di Pantai Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
Kemudian, Sulis bersama suami, anak dan tetangganya berlari menuju kaki gunung Rajabasa.
Menurutnya, kondisi malam itu cukup mencekam lantaran aliran listrik di sana mati.
Hal itu menyebabkan warga kalang kabut untuk menyelamatkan diri di tengah gelapnya malam.
Baca: Aa Jimmy & Istri Dimakamkan Berdampingan, Bayinya Tak Henti Menangis, Ada Ibu Beri ASI Baru Tenang
Baca: Setelah Bebas Ahok Bakalan Lebih Kaya, Kok Bisa? Ini 5 Sumbernya, No 5 Malah Gara-gara Dipenjara
Baca: Kabar Istrinya Ditemukan Hoax, Ifan Seventeen Pajang Caption Menyedihkan: Aku Jemput Kamu Sayang
Saat air surut dan kondisi dirasa sudah aman, Sulis dan suaminya kembali ke rumah.
Namun, di saat itulah ia mendapati bagian depan rumahnya sudah roboh.
Begitu juga dengan warung soto miliknya yang sudah rata dengan tanah.
Sementara itu, beberapa rumah tetangganya juga sudah rata dengan tanah.