Bukan Tsunami Anyer, 1 Orang Tewas dan 11 Terluka, Hotel-hotel Rusak

Peristiwa gelombang pasang yang naik ke daratan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Namun itu bukan tsunami.

Editor: Duanto AS
Tribun
Gelombang Tinggi 

Peristiwa gelombang pasang yang naik ke daratan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Namun itu bukan tsunami.

TRIBUNJAMBI.COM - Video detik-detik gelombang tinggi mirip tsunami di Pantai Anyer, Banten dan Lampung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gelombang pasang yang terjadi di Pantai Anyer, Banten, Sabtu (22/12/2018), menyebabkan sejumlah hotel dan kendaraan rusak.

Peristiwa gelombang pasang yang naik ke daratan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB.

"Ini bukan tsunami. Juga bukan disebabkan letusan Gunung Anak Krakatau. Tapi gelombang pasang karena bulan purnama," ujar Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip dari keterangan tertulis.

BNPB pun meminta masyarakat tetap tenang.

Baca: Ini Hukuman Untuk Prajurit Kopassus yang Gagal Dalam Tugas, Lebih Takut Pelatih Dibanding Setan

Baca: Legenda Kopassus Berkaki Satu, Aksi Heroik dan Berani saat Pertempuran di Hutan Papua

Baca: Setelah Visum Keluar, Angel Lelga Baru Ngaku Alasan di Dalam Kamar Bareng Fiki Alman pada Dini Hari

Baca: Pria Dari Masa Depan Ramalkan Januari 2019 Ada Sesuatu Menakutkan di Langit, Kota-kota di AS Hancur

Baca: Ramalan 2019 - Nostradamus Menulis Penderitaan Besar di Seluruh Dunia, Perang Politik hingga Bencana

Baca: Jadwal Misa Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 Gereja Katolik di Jambi

Sementara itu, BPBD Banten melaporkan ada korban dalam gelombang pasang di Pantai Carita.

Namun detailnya belum bisa diungkapkan.

"Informasi dari anak buah saya di lapangan ada korban, banyak warga yang mengungsi," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana, saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

"Masih nunggu update selanjutnya," tambahnya. BMKG sebut sebagai tsunami BMKG melalui twitnya awalnya menyatakan fenomena tersebut bukan tsunami melainkan gelombang tinggi.

Gelombang tinggi
Gelombang Tingg

Namun, dalam siaran persnya, setelah melihat data dari empat stasiun pengamatan, BMKG menyebut gelombang tersebut termasuk tsunami

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi.

"Jadi masih belum jelas penyebabnya. Apakah mungkin karena aktivitas Krakatau? Kita belum tahu," katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (22/12/2018).

1 Meninggal, 11 Luka

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved