Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tentara Wanita Israel Dilarang Pakai Baju Putih, Rupanya Ini Alasannya

TRIBUNJAMBI.COM- Sebuah larangan kontroversial menyeruak di anggota perempuan Pasukan Pertahanan

Tayang:
Editor: ridwan
Ilustrasi tentara wanita 

TRIBUNJAMBI.COM- Sebuah larangan kontroversial menyeruak di anggota perempuan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Russian Today melaporkan Kamis (19/7/2018), larangan itu muncul setelah banyaknya pasukan pria yang religius.

Israel's Women's Network melansir, dari rekrutan IDF yang memberi keterangan, mereka mendapat serangkaian aturan yang ketat. Antara lain mereka dilarang mengenakan kaus putih, melepaskan bra, hingga merokok di dekat tentara pria.

Direktur organisasi itu, Michal Gera Margaliot, menyatakan mereka diatur sikap dan pakaian karena banyaknya anggota yang Ultra-Ortodox. "Kami menerima banyak pengakuan dari personel wanita sepanjang 2017. Komandan lapangan memberi perintah ganjil kepada mereka," kata Margaliot.

Baca: Tonton Video Terbaru Egianus Kogeya Menantang TNI Kabulkan 4 Permintaan Ini, Ajak Boikot

Salah seorang tentara yang memberi pengakuan itu berujar, mereka bahkan dilarang mencopot bra ketika tidur. Terdapat pemeriksaan yang dilakukan kepada mereka selama dua menit setiap menjelang jam tidur serta saat lampu dinyalakan.

"Jika dalam pemeriksaan itu ada yang tidak mengenakan bra, mereka bakal dikenai peringatan," ujar serdadu anonim itu. Di pangkapan Shizafon dan 80, tentara perempuan dilarang memakai celana di atas lutut ketika di ruang olahraga agar tak menggoda rekannya pria.

Baca: Delapan Tersangka Pengedar Kokain di JPU Masih Ditahan di Sel Polda Jambi

Seorang instruktur perempuan IDF dilaporkan dicopot dari jabatannya setelah seorang komandan tak nyaman dengan keberadaannya.

Anggota lain berujar, dia pernah diberi tahu untuk mengenakan celana agak longgar karena banyaknya anggota pria religius di ruang latihan.

Baca: Karena Wajahnya yang Cantik, Pria ini Sering Sekali Berurusan dengan Polisi

"Namun, hanya sedikit dari kami yang melakukannya. Jadi, mereka langsung membatalkan latihan," tutur anggota tersebut. Dalam laporan yang dikeluarkan Israel's Women's Network, tidak saja tentara religius, namun juga komandan sekuler mendukung aturan itu.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved