Kisah Legenda Tinju Muhammad Ali, Ternyata Orang Ini yang Memperkenalkan Tinju kepada Ali
TRIBUNJAMBI.COM--Dua tahun lalu, tepatnya pada 3 Juni 2016, dunia kehilangan salah satu sosok petinju
Akhirnya, pada 1970, Mahkamah Agung New York mengembalikan izin bertinjunya dan tahun berikutnya Mahkamah Agung AS membatalkan putusannya kepada Ali.
Tak lama setelah mendapatkan kembali izin bertandingnya, Ali meraih kemenangan di pertandingan pertama setelah larangan selama 43 bulan. Dia mengalahkan Jerry Quarry pada 26 Oktober 1970 di ronde ketiga.
Ali kembali berkesempatan meraih sabut gelar juara saat berhadapan dengan Joe Frazier pada 8 Maret 1971. Akan tetapi, dalam pertandingan yang dijuluki "Pertarungan Abad Ini" tersebut, Ali menelan kekalahan angka.
Pada tahun 1974, Ali berkesempatan meraih kembali gelar juaranya berhadapan dengan George Foreman. Bertindak sebagai petinju yang tak diunggulkan dia berhasil meraih kemenangan KO pada ronde kedelapan. Ini menjadi kali kedua Ali meraih sabuk juara dunia kelas berat yang sempat dicabut tujuh tahun sebelumnya.
Pada Februari 1978, Ali kehilangan sabuk juaranya setelah dikalahkan Leon Spinks setelah kalah angka dalam pertandingan 15 ronde. Namun dia membalas kekalahan sekaligus merebut gelar juaranya untuk kali ketiga, tujuh bulan berselang.
Ali pun menjadi petinju pertama yang memenangkan sabuk gelar juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali. Baca juga: Ini 5 Petinju yang Pernah Mengalahkan Muhammad Ali Pada tahun 1979, Ali mengumumkan pensiun namun sempat kembali naik ring setahun kemudian.
Karena sudah cukup berumur, Ali gagal meraih kembali kesuksesannya dan kalah dalam dua pertarungan yang dihadapinya. Ali pun memutuskan benar-benar berhenti bertinju di usia 39 tahun pada 1981.
Ali membukukan rekor bertanding 56 kemenangan dengan 37 menang KO dan lima kali kalah. Parkinson dan Akhir Kehidupan Pada tahun 1984, Ali didiagnosa menderita gejala Parkinson yang diduga terkait dengan trauma pada kepala yang dialaminya selama bertinju. Penyakit tersebut perlahan namun pasti membuat fungsi motorik sang juara menurun.
Meski sudah tak lagi bertinju, Ali masih menjadi pusat perhatian dunia melalui berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukannya, termasuk saat menjadi negosiator dalam pembebasan sandera Amerika oleh Irak pada 1990.
Ali telah menikah sebanyak empat kali dan dikaruniai tujuh anak perempuan dan dua laki-laki. Pernikahan keempatnya dengan menikahi Yolanda pada 1986. Ali meninggal dunia di usia 74 tahun pada 3 Juni 2016.
Upacara pemakamannya digelar dengan prosesi menempuh jarak 32 kilometer melintasi kota kelahirannya, Louisville.
Prosesi pemakaman itu melewati rumah masa kecil Ali, sekolah, dan tempat latihan pertamanya. Upacara pemakaman Ali dihadiri oleh hampir 20.000 orang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biografi Tokoh Dunia: Muhammad Ali, Sang Legenda Tinju Dunia",