Sosok Pemimpin KKB Egianus Kogeya yang Pengecut, Dikenal Militan dan Pernah Sekap Petugas Puskesmas

Rekam jejak pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Egianus Kogeya rupanya sangat bengis dan pengecut.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Tribun Jogja
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua 

Oleh sebab itu mereka bunuhi siapa saja yang bangun jalan itu.

"Dengan adanya jalan Trans Papua, mulailah daerah ini terbuka dari isolasi. Terbukanya jalan, mereka (kelompok OPM) merasa terusik. Sebab otomatis TNI dan Polisi bergerak mendekati arah mereka," ujar Muhammad Aidi.

Ilustrasi KKB dan Kostrad
Ilustrasi KKB dan Kostrad (Kolase/Capture Film Merah Putih Memanggil)

Catatan dari Polri juga menunjukkan bahwasanya penembakkan di distrik Yigi sudah ada sejak dua tahun belakangan yang dilakukan oleh kelomok Egianus.

Desember 2017, Egianus serang pekerja Trans Papua di kecamatan Mugi.

Akibatnya pekerja proyek bernama Yovickho Sondakh meninggal dan seorang aparat terluka.

Juni 2018 pesawat Twin Otter Trigana Air yang disewa Brimob Polri diberondong peluru saat hendak amankan Pilkada.

Dua orang terluka akibat kejadian itu.

Baca: Alasan Beli Token Listrik, Motor Yuli Lenyap Dibawa Boleng

Baca: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Daftar Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi

Baca: Hidup Berkecukupan, Dokter Nadia Selalu Ajarkan Anak untuk Bersyukur

Tindakan kriminal dan pengecut Egianus berlanjut pada Oktober 2018.

Egianus dkk menyekap belasan guru yang mengajar di SD YPGRI 1 dan SMPN 1 serta pegawai medis puskesmas di Mapenduma, Nduga.

Padahal aparat keamanan sudah menghimbau agar Egianus beserta komplotan menyerahkan diri beserta senjatanya.

Imbalannya, Egianus akan dijamin keamanannya dan diampuni dari proses hukum.

Kenapa KKB Tidak diberantas Koppasus Saja?

Pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua, mendapat banyak sorotan masyarakat.

Selain karena peristiwa yang terbilang kejam tersbut, juga terkait penanganannya.

Tribunjambi.com mengutip dari laman Tribunnews, Jokowi perintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek kebenaran kasus tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved