Viral di Media Sosial! Kisah Nenek Nikahi Pemuda 25 Tahun, Blak-blakan Ungkap Alasannya Menikah
Kisah pernikahan viral Siti Fatimah (56) dan Eko Pan Budi (25) viral di media sosial. Mereka mengungkapkan kisah cinta yang jarang terjadi.
"Saya bersukur, daripada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan," ucapnya
Eko Melamar
Bangka Pos berhasil menemuai sepasang suami istri tersebut.
Siti Fatimah (56), menceritakan tentang awal mula Eko Pan Budi (25) memintanya untuk menjadi pendamping hidupnya.
Pendatang asal Jogjakarta yang 2011 lalu ke Pulau Bangka ini mengatakan, tidak bisa menolak saat Eko memintanya menjadi istrinya.
Baca: Cerita Haviz Muchti, Anak Guru yang Kini Jadi Dosen
Baca: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdik Bungo Lakukan Penyegaran Guru
Baca: Sedang Tanding! Live Streaming Barcelona Vs Villarreal Siaran Langsung SCTV Nonton di HP TV Online
"Mau gimana lagi, namanya dia ngajak kayak gitu ya, status kita sebagai orang bebas, dia lajang, saya janda mungkin sudah takdir kita, terima dengan tangan terbuka," ungkap Siti Fatimah kepada Bangkapos.com, Kamis (29/11/2018)
Di matanya, Eko orangnya tidak banyak tingkah dan keinginan.
Makanya ketika dia mengutarakan ingin melamar langsung diterima.
"Banyak orang yang saya urut dan temui, tapi kenapa dia, orang-orang semua juga heran, saya terima saja," ungkapnya
Dia mengaku profesinya sebagai tukang urut dan pelatih kuda lumping tidak menghalanginya setelah menikah, suaminyapun mendukungnya.
"Sekarang saya dianter suami ketika bekerja, karena dia sekarang belum bekerja lagi setelah mengundurkan diri kemarin," ungkap wanita yang memiliki satu anak pada pernikahan sebelumnya ini
Baca: 70 Model dari Rainbow Management akan Meriahkan Even Tribun Great Expo 2018
Baca: Ketua RW di Jatinegara Meninggal pada Acara Reuni 212, Diduga karena Kelelahan
Eko Pan Budi (25), blak-blakan tentang pernikahannya dengan Siti Fatimah (56) yang beda jauh usianya dari dirinya.
Diceritakan Eko, awal mula pertemuannya dengan istrinya sekarang berawal dari pekerjaannya sebagai tukang pinjam uang keliling atau lebih dikenal dengan pegawai koperasi.
Yaitu setahun lebih silam, istrinya merupakan langganan meminjamkan uang kepadanya, setelah itu hubungannya semakin dekat, kadang merekapun berhubungan melalui telepon seluler saat jauh.
"Istri saya yang sekarang merupakan nasabah saya, saya itu pekerjaannya pegawai koperasi keliling, jadi kami sering ketemu, kadang saya juga minta di urut sama dia karena profesinya tukang urut," jelas Eko kepada Bangkapos.com, Kamis (29/11/2018)