Kondisi Keluarga Zumi Zola Jelang Vonis, Istri Harus 'Banting Tulang' Hingga Ditinggal Sang Ayah
Kondisi Keluarga Zumi Zola Jelang Vonis, Istri Harus 'Banting Tulang' Hingga Ditinggal Sang Ayah
Namun, belakangan ini diabetes Zumi kambuh saat dia menjalani penahanan di Rutan C1 KPK Jakarta.
"Matanya jadi susah melihat. (Ya bahaya), makanya KPK bersedia memfasilitasi untuk berobat ke dokter spesialis," ungkapnya kepada Tribun.
Ia menceritakan, kadar gula darah Zumi Zola kerap naik dan turun atau tidak stabil selama menjalani hari-hari di Rutan KPK.
Ia bersyukur pihak KPK mengizinkan Zumi untuk berobat atas sakit diabetesnya.
"Kalau berat badannya selama di tahanan malah bagus dan stabil, cenderung naik. Cuma matanya saja susah melihat," imbuhnya.
Baca Juga:
Tujuh Mahasiswi Universitas Prima Indonesia Meninggal Dunia Dalam Tragedi Di Desa Semangat Gunung
Video:Heboh Pernikahan Beda Usia, Bermula dari Pijat, Akhirnya Nenek Fatimah dan Eko Menikah
6 Fakta Praktik Operasi Kelamin di Indonesia, Dilakoni Artis Transgender Hingga Bisakah Orgasme?
2. Masalah Keuangan keluarga
Dalam nota pembelaan atau pledoi pribadinya, terdakwa Zumi Zola menyampaikan kini kondisi ekonomi keluarga tengah terpuruk.
Alhasil Gubernur nonaktif Jambi ini meminta agar KPK mengembalikan uang di dalam brankas miliknya yang disita dari vila milik keluarganya di Bukit Ibul, Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Jambi.
"Majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) saya tidak simpan banyak harta sewaktu saya menjabat sebagai kepala daerah."
"Penghasilan ketika saya artis dan hasil penjualan apartemen saya tahun 2014 sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan saya maju jadi Bupati Tanjung Jabung Timur," ujar Zumi Zola, Kamis (22/11/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Zumi Zola juga mengatakan, dia menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur selama empat tahun lalu mengundurkan diri, karena hendak maju di Pemilihan Gubernur Jambi.
Menang dalam Pilkada sebagai Gubernur Jambi dan menjabat selama dua tahun, kini posisinya dinonaktifkan sebagai Gubernur Jambi karena menyandang status tersangka di KPK, mendekam ditahanan dan kini duduk di kursi terdakwa.
"Penghasilan artis saya sudah saya jual untuk bantu keluarga, sebagian saya simpan di brankas."
"Pada 2015 ayah saya mengundurkan diri dan memberikan saya uang untuk bekal kampanye."
"Uang di brankas saya itu uang lama, ada sisa saya belajar di Inggris saat S2, sama sekali tidak ada hubungan dengan perkara ini," paparnya.