Jokowi Tinjau Program BUMN Hadir untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tak Mampu

Aksi Reuni 212 sedang berlangsung di Jakarta, Presiden Joko Widodo memilih beraktivitas aktivitas di Bogor.

Editor: Fifi Suryani
Aprilia Ika/Kompas.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (27/12/2016) meresmikan tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik PT Pertamina (Persero) senilai 532,07 juta dollar AS atau Rp 6,18 triliun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Aksi Reuni 212 sedang berlangsung di Jakarta, Presiden Joko Widodo memilih beraktivitas aktivitas di Bogor.

Kali ini, Presiden meninjau program 'BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu' di Bogor.

Lokasi pemasangan tepatnya berada di pemukiman warga Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Dari Istana Kepresidenan Bogor, Presiden menuju lokasi dengan bersepeda. Sepanjang perjalanan, Kepala Negara menyapa warga yang tengah berolahraga pagi dan beraktivitas di area car free day (CFD).

Presiden kemudian menuju rumah-rumah warga dengan berjalan menyusuri gang.

Dalam kesempatan ini, Presiden secara simbolis mengaktifkan aliran listrik ke rumah warga yang dibantu program tersebut dengan menekan tombol miniature circuit breaker (MCB).

Baca juga

5 Fakta Petani Bunuh Istri di Kebumen, Kesal Diminta Rumah Berkeramik hingga Biaya ke Salon

Program Pengiriman Buku Gratis Lewat PT Pos Indonesia Dihentikan Sementara, Jokowi Cari Solusi

Diduga Tipu Ribuan Calon Jemaah Umrah, Dirut PT ATM Resmi Ditahan di Sel Polda Kaltim

2 Link Bkn.go.id Umumkan Hasil Tes SKD CPNS 2018 Instansi BKN Sabtu (1/12) Jam 16.00 WIB

21 Tahun Mangkrak, Jokowi Resmikan Jalan Tol Seksi Satu Ciawi - Sukabumi, Pangkas Waktu Perjalanan

Mengutip data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini terdapat 235.756 keluarga pra-sejahtera di Jawa Barat yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

"Ingin saya sampaikan bahwa di Provinsi Jawa Barat ini ada kurang lebih 200-an ribu rumah yang belum ada listriknya," ujar Presiden seperti dikutip dari Biro Pers Kepresidenan, Minggu (2/12).

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari, ratusan ribu rumah tersebut melakukan penyambungan listrik ke instalasi tetangga sekitar yang telah memiliki sambungan listrik.

“Ada yang memang belum ada listriknya, ada yang sudah ada listrik tetapi nyambung dengan tetangga atau dengan orang tua. Nah sekarang kita sambung secara mandiri," kata Presiden.

Pada umumnya, mereka mengeluarkan dana kurang lebih Rp50.000 hingga Rp60.000per bulan untuk mendapatkan sambungan listrik dari tetangga.

"Sekarang kita sambung secara mandiri. Itu lebih murah dari data yang kita terima. Biasanya per bulan bayar bisa Rp50.000sampai Rp60.000. Setelah sendiri seperti ini bayar kurang lebih Rp25.000 sampai Rp30.000," kata Presiden.

Perlu diakui bahwa ini banyak warga yang merasa kesulitan untuk melakukan penyambungan listrik mandiri secara resmi melalui PLN. Biaya penyambungan standar merupakan kendala utama yang mereka hadapi.

Melihat kondisi tersebut, 34 BUMN sepakat untuk bersinergi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan salah satunya memberikan fasilitas penyambungan listrik secara gratis bagi masyarakat pra-sejahtera.

Baca juga

80 Persen Massa Reuni 212 Disinyalir Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan Anti Jokowi

Presiden Amerika Serikat ke-41 George H.W. Bush Meninggal pada Usia 94 Tahun

Dua Roda Bagian Depan Pesawat VietJet Copot saat Mendarat, Sejumlah Penumpang Terluka

Tas Bayi Ditaruh Pengendara Motor di Median Bikin Heboh, Polisi Turunkan Tim Gegana untuk Diledakkan

 KPU Tetapkan Jadwal Pelaksanaan Debat Kandidat Capres-Cawapres

Di Jawa Barat, mengutip Siaran Pers Kementerian BUMN, hingga 30 November 2018, sinergi BUMN telah membiayai program penyambungan listrik bagi Rumah Tangga Tidak Mampu di sekitar Jawa Barat telah menjangkau 60.798 ribu KK.

Sampai dengan akhir Desember 2018, jumlah keluarga yang rumahnya tersambung listrik ditargetkan mencapai 100 ribu KK.

"Artinya di Provinsi Jawa Barat saja masih sebegitu banyaknya sehingga di provinsi yang lain ini akan kita lihat. Memang biaya sambungan ini tidak murah dan itu sudah menjadi standarnya PLN kurang lebih Rp900-an ribu," ujarnya.

Lebih jauh, program ini juga diharapkan untuk dapat menyasar rumah tangga lainnya di seluruh provinsi yang ada. Presiden mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik tetap yang layak.

\

Berita ini sudah tayang di Kontan.co,id. dengan judul: Jokowi nyalakan listrik gratis untuk keluarga tidak mampu di Bogor

Sumber: Kontan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved