Zulkifli Nurdin Meninggal Dunia

Zumi Zola Hanya 2 Jam di Prosesi Pemakaman Sang Ayah, Ini yang Terjadi Selama Pukul 01.30-2.30 WIB

Sekira pukul 01.00 WIB, Zumi Zola berada di rumah duka di Kampung Manggis. Dia mendapat pengawalan ketat

Zumi Zola Hanya 2 Jam di Prosesi Pemakaman Sang Ayah, Ini yang Terjadi Selama Pukul 01.30-2.30 WIB
(Tribun Jambi/Andika Arnoldy/aldino)
Ratu Munawaroh menangis saat pemberangkatan jenazah Zulkifli Nurdin dari rumah duka di Kampung Manggis, Kamis (28/11/2018). Foto kanan tampak Zumi Zola saat menguburkan jenazah ayahanda. 

Dia juga meminta supaya mendoakan keluarga bisa kuat dan ikhlas, "Menerima semua yang terjadi, karena kita cuma bisa berencana dan Allah yang menetapkan," ujarnya.

Suara bergetar dan menangis

Ayah Zumi Zola, Zulkifli Nurdin, merupakan tokoh besar Jambi. Dia pernah menjadi Gubernur Jambi selama dua periode.

Zulkifli Nurdin juga dekat dengan masyarakat Jambi, walau tak menjabat lagi sebagai gubernur.

Pantauan tribunjambi.com, jenazah Zulkifli Nurdin tiba di rumah duka yang berlokasi di Kampung Manggis di Kota Jambi, Kamis (29/11).

Terlihat sahabat dan keluarga yang mengantarkan.

Tampak juga istri almarhum, Ratu Munawaroh, dan istri Zumi Zola, Sherrin Tharria, dan dua anaknya.

Zola dapat izin

Zumi Zola tiba di Jambi sekira pukul 10.00 WIB.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sudah memberikan izin kepada Zumi Zola untuk keluar dari tahanan dengan pengawalan.

"Saya belum sampai ke sana (RS Pondok Indah) masih dalam perjalanan. Tapi (Zumi Zola) sudah diizinkan oleh pengadilan dengan pengawalan dari KPK," ujar M Farisi, pengacara Zumi Zola, pada Rabu(28/11).

Menurut Farizi, pada Rabu siang, Zumi telah mengajukan izin kepada majelis hakim untuk membesuk ayahnya yang sedang dalam kondisi kritis.

Saat ini, Zumi Zola masih berstatus terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Pernyataan serupa juga dilontarkan pengacara Zumi Zola lainnya, Handika Honggowongso.

Kata Handika, pihaknya sangat berterimakasih kepada KPK dan Pengadilan Tipikor Jakarta yang sudah memberikan izin kepada kliennya untuk bertemu yang terakhir kali dengan ayahanda, Zulkifli Nurdin.

Suasana saat pemberangkatan jenazah Zulkifli Nurdin dari rumah duka di Kampung Manggis, Kamis (28/11/2018).
Suasana saat pemberangkatan jenazah Zulkifli Nurdin dari rumah duka di Kampung Manggis, Kamis (28/11/2018). (Tribun Jambi/Andika Arnoldy)

“Kami sudah berupaya minta izin pada peradilan supaya diperkenankan, Pak Zumi untuk menjenguk dan mendampingi ayahandanya. Dan Alhamdulillah, pihak pengadilan memberikan izin. Dan kami juga sangat berterimakasih pada pihak KPK atas responsifnya memberikan dan melaksanakan izin tersebut, sehingga Pak Zumi bisa mendampingi ayahandanya pada saat-saat ini di rumah sakit," ujar Handika.

Handika menjelaskan Zumi diberikan izin selama sehari, sampai dengan ayahanda dimakamkan.

Dimakamkan di Jambi

Keluarga Zulkifli Nurdin, Sum Indra, mengatakan mendiang Zulkifli Nurdin akan dikebumikan di Jambi.

“Izin sementara diberikan untuk prosesi pemakaman jadi sehari termasuk besok mengikui prosesi pemakaman,”ujar Handika.

Zulkifli Nurdin meninggal dunia dalam perawatan medis di Jakarta tepatnya di RS Pondok Indah.

Zulkifli Nurdin meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.

Zumi Zola dikabarkan mendatangi rumah sakit tempat ayahnya dirawat yakni di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Zumi terlihat berada disamping mendiang ayahnya sembari memeluk sang anak.

Ia terlihat begitu terpukul sembari terus memandangi mendiang ayahnya. Suasana haru pun terasa di sebuah ruangan di RS Pondok Indah tersebut.

Zumi Zola yang mengenakan T-shirt warna hitam dengan sarung tangan cokelat di tangan kiri tak kuasa menahan sedih.

Zumi menangis

Handika Honggowongso, pengacara, menyebut Zumi terlihat sangat sedih. Ironisnya, delapan hari lagi Zumi Zola akan menjalani sidang vonis alias putusan di pengadilan tipikor, Jakarta.

"Beliau (Zumi Zola) sangat sedih sekali atas meninggalnya almarhum. Pada saat beliau ada masalah hukum, lalu ayahandanya meninggal. Tentu ini persoalan yang sangat berat bagi Pak Zumi,” kata Handika.

Saat ditanya apakah Zumi Zola sempat menemani ayahanda di saat-saat terakhir sebelum dipanggil Yang Maha Kuasa, Handika menyebut kliennya terus menemani sang ayah di saat-saat terakhirnya.

“Alhamdulillah atas izin pengadilan dan dukungan KPK, Pak Zumi sudah mendampingi almarhum di saat-saat terakhir,” kata Handika.

Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan segala proses pemakaman almarhum mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin.

Ratu Munawaroh tak bisa menahan tangis melihat peti jenazah suaminya,  Zulkifli Nurdin.
Ratu Munawaroh tak bisa menahan tangis melihat peti jenazah suaminya, Zulkifli Nurdin. (Tribunjambi/Hanif)

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto, mengatakan pihaknya akan menyambut kedatangan almarhum di bandara, setelah itu akan dibawa dengan pasukan STPDN.

Almarhum langsung dibawa ke rumah duka di Kampung manggis.

"Disalatkan di Masjid Nurdin Hasanah dan dimakamkan di TP Keluarga Sukarejo," katanya.

M Dianto mengatakan banyak jasa-jasa Zulkifli Nurdin dalaman pembangunan cukup merata. Kedekatan dengan masyarakat dan aparatur pemerintah.

"Beliau orang yang merakyat dan ramah pada semua orang," katanya.

Zulkifli Nurdin menjabat Gubernur Jambi selama dua periode, sejak 3 Agustus 2005-3 Agustus 2010.

Zulkifli Nurdin wafat dan meninggalkan tujuh orang anak. Yaitu Zumi Zola, Zumi Laza, Zumi Zovtan, Amalia Saslika Maharani, Amalia Azra Maharani, Zumisha Nudia Zaquita. (*)

Penulis: andika
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved