Porprov Jambi 2018

Prestasi Jeblok, Ini Penjelasan Ketua KONI Merangin

Prestasi altet Porprov Kabupaten Merangin jeblok. Dari 11 Kabupaten Kota, Merangin bertengger di posisi terakhir.

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUN JAMBI/LEONARDUS YOGA WIJANARKO
Logo Porprov 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Prestasi altet Porprov Kabupaten Merangin jeblok. Dari 11 Kabupaten Kota, Merangin bertengger di posisi terakhir.

Pada Porprov periode sebelumnya, Atlet Merangin berhasil memboyong 55 medali emas dengan posisi delapan besar. Namun ditahun ini, Atlet Merangin hanya mampu memboyong 17 medali emas.

Jebloknya prestasi tahun ini membuat masyarakat Kabupaten Merangin kecewa, sebab sebelumnya Merangin cukup disegani oleh atlet-atlet dari Kabupaten lain.

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Kabupaten Merangin Selamet Edi Sucipto cukup puas dengan prestasi yang diraih oleh atlet. Sebab atlet yang mereka kirimkan merupakan atlet yang kurang diperhatikan. Dalam hal ini pihaknya tidak pernah melakukan pembinaan para atlet tersebut.

"Saya minta maaf kepada masyarakat Merangin, sebab kita hanya mampu membawa 17 medali emas. Tapi masyarakat harus tau juga, tanpa pembinaan tak mungkin akan mendapatkan prestasi yang memuaskan," kata Selamat, Minggu (25/11).

Dia menyebut, sebelumnya dia sudah menduga jika kontingen dari Merangin tak bisa untuk memperoleh prestasi yang gemilang, makanya mereka tidak memasang target perolehan medali atau prestasi.

"Bagaimana mau dapat medali banyak. Atlet yang kita kirimkan saja minim. Kita hanya ngirim 295 atlet. Nah kabupaten lain itu kirim 800 atlet. Jadi mau pasang target berapa," ungkap Selamet lagi.

"Saya berterima kasih kepada semua atlet yang telah berjuang. Mereka pahlawan kita," lanjutnya.

Usai Porprov sebelumnya, ditahun 2016,2017 dan 2018 Pemerintah Kabupaten Merangin tidak pernah mengucurkan dana untuk pembinaan para atlet. Selama ini atlet-atlet berlatih dengan biaya sendiri.

Katanya, pihak koni telah melakukan permohonan dana kepada pemerintah, namun tidak pernah dikabulkan. Bahkan dalam pembahasan anggaran di DPR, usulan mereka ditolak mentah-mentah. Bahkan ada yang bilang atlet tidak penting. Di ajang Porprov nanti tidak mendapatkan medali tidak apa-apa.

"Sudah kayak ngemis be kito. Ngadap bupati sudah, hering di DPRD sudah. Tapi ya apa boleh buat, permohonan kita tidak dikabulkan. Jadi jangan salahkan KONI ketika prestasi jeblok," ungkapnya.

Dilapangan, lanjut Selamet, atlet-atlet Kabupaten Merangin banyak yang minder, terutama soal pakaian. Seperti contoh atlet balap, atlet dari Kabupaten lain menggunakan sepatu dengan harga Rp 8 juta, itu semua atlet dibelikan setiap atlet, sementara atlet Merangin hanya minjam sepatu temannya. Kemudian atlet basket, atlet lain menggunakan sepatu dengan harga Rp 2 juta, sementara atlet Merangin hanya menggunakan sepatu dengan harga Rp 400 ribu.

Yang paling miris, atlet takraw. Dulu Takraw Merangin memperoleh empat medali emas, namun diporprov kali ini tidak mendapatkan apa-apa.

"Salahnya dimana ? Salahnya atlet kita lari ke kabupaten lain. Tahun ini mereka dapat lima medali emas. Kenapa mereka lari, ya karena tak ada dana pembinaan mereka. Begitu juga dengan atlet lain, mereka mau studi banding, kita tidak bisa bawa mereka studi banding. Bayar pelatih saja kita tak mampu. Atlet kita latihan dengan dana pribadi," ungkap.

Kedepan, dirinya berharap agar pemerintah daerah memperhatikan dan memberikan dana untuk pembinaan atlet. Siapapun ketua KONI, Pemerintah Kabupaten Merangin harus memperhatikan itu. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved