Penyalahgunaan Narkotika

Dituntut Enam Tahun Gara-gara Sabu, Shella Menangis, Mengaku Menyesal dan Minta Keringanan

Shella Pratiwi hanya bisa menangis tatkala mendengarkan tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (22/11/2018).

Dituntut Enam Tahun Gara-gara Sabu, Shella Menangis, Mengaku Menyesal dan Minta Keringanan
Tribun Jambi/Mareza
Ilustrasi sidang 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Shella Pratiwi hanya bisa menangis tatkala mendengarkan tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (22/11/2018). Dia mengaku menyesal dan terisak di hadapan majelis hakim yang diketuai Effendi Mukhtar.

"Saya menyesal. Anak saya tiga. Saya janda, suami saya tidak adak," isaknya.

Dia berharap kebesaran hati majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman seringan-ringannya. Karena menurutnya, tuntutan yang dibacakan JPU Kejati Jambi, M Zuhdi terlalu berat.

Baca: Beli Sabu Rp 2 Juta, Fernandes Dituntut Enam Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

"Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan," kata Zuhdi, membacakan.

Dia dituntut dengan dakwaan primer, pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam sidang yang akan datang, majelis hakim akan membacakan putusan untuknya.

Baca: Telan Sabu-sabu saat akan Ditangkap Polisi, Reza Kejang-kejang

Diketahui, Shella turut membantu Fernandes (berkas terpisah) untuk membeli sabu pada Adam (DPO) seharga Rp 2 juta, pada April lalu. Usai membantu Fernandes, dia diberi uang sebesar Rp 200 ribu. Dia ditangkap di rumahnya oleh anggota kepolisian Polda Jambi, setelah menerima info dari Fernandes yang tertangkap lebih dulu.

Baca: Berkas Kurir Sabu 8 Kg Warga Lebak Bandung Kota Jambi Diperiksa

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved