Kasus Perkantoran Bukit Tengah

Setelah ITB, Kini Ahli IPB Diperbantukan Ungkap Kerugian Kasus Kompleks Perkantoran Bukit Tengah

Kebut kasus dugaan korupsi dalam proyek kompleks perkantoran di Bukit Tengah, Kerinci, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi,

Setelah ITB, Kini Ahli IPB Diperbantukan Ungkap Kerugian Kasus Kompleks Perkantoran Bukit Tengah
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebut kasus dugaan korupsi dalam proyek kompleks perkantoran di Bukit Tengah, Kerinci, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, kembali turun ke lokasi. Kali ini penyidik menggandeng ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengungkap kasus kompleks perkantoran yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 57 miliar tersebut.

Kasidik Kejati Jambi, Imran Yusuf saat dikonfirmasi menyampaikan, mereka akan menghabiskan waktu sekitar sepekan untuk melakukan pengecekan dan penghitungan kerugian negara.

Baca: Dugaan Korupsi Kasus Perkantoran Bukit Tengah, Penyidik Datangkan Ahli Mekanika Tanah

"Ini yang kedua. Tim ahli dari IPB kita turunkan untuk memperkuat yang sebelumnya," ujarnya, Rabu (21/11/2018).

Imran menerangkan, tim tersebut mulai bergegas ke Kerinci sejak hari ini, Rabu (21/11/2018). Mereka dijadwalkan akan berada di sana selama satu minggu.

"Pagi tadi berangkatnya. Kemungkinan sore ini sampai," ungkapnya.

Imran bilang, tim dari IPB berangkat ke Kerinci dengan didampingi tim dari Kejati. Mereka merupakan tim ahli yang diperbantukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghitung kerugian negara dari sektor tanah.

Baca: Tangani Kasus Perkantoran Bukit Tengah, Kejati Masih Koordinasi dengan Korsupgah KPK

Tim dari IPB merupakan yang kedua dikerahkan dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir. Selain mereka, sejumlah tim ahli dari Provinsi Jambi juga telah diturunkan.

Sebelumnya, KPK juga memperbantukan tim penyidik Kejati dengan mengerahkan ahli mekanika tanah dari Institut Teknologi Bandung (ITB), belum lama ini.

Perlu diinformasikan, pembangunan kompleks perkantoran di Bukit Tengah, Kecamatan Siulak Mulai, Kabupaten Kerinci itu tersebut menelan dana sekitar Rp 57 Miliar yang dianggarkan pada tahun 2010 hingga 2014 dari APBD Kabupaten Kerinci. Kasus tersebut mencuat sejak tahun 2015 lalu dan saat ini masih ditangani oleh pihak Kejati.

Baca: OPD Kerinci Berangsur Pindah ke Bukit Tengah Pusat Pemerintah Pemkab yang Baru

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved