Musim Peralihan, 3 Bocah di Sarolangun Terserang DBD. Ini Imbauan Kadiskes
Memasuki perubahan musim pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan, masyarakat harus mewaspadai adanya
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjuambi.com Wahyu Herliyan
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Memasuki perubahan musim pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan, masyarakat harus mewaspadai adanya penyakit yang sering menyerang pada saat musim ini.
Terutama rentan berkembangbiak dan bertambahanya jentik-jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD).
Dengan begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sarolangun mengintruksikan agar semua warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
Baca: Meski Meningkat, Tingkat Konsumsi Ikan di Provinsi Jambi Masih Dibawah Nasional
Selain itu, Dinkes juga meminta Puskesmas agar aktif memantau tempat yang rawan berkembang dan terserang wabah demam berdarah di wilayah masing-masing. Apalagi Sarolangun merupakan daerah endemis penyakit mematikan tersebut.
Adnan, Kadis Kesehatan Sarolangun meminta setiap kepala desa juga dapat memantau tempat perkembangbiakan nyamuk DBD di desanya.
“Kita juga minta setiap Puskesmas agar melakukan pemberantasan dengan melakukan fogging ataupun dengan cara menebarkan serbuk abate,” kata Adnan.
Ia juga minta masyarakat untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk dengan cara mengubur barang bekas, menutup genangan air dan menguras bak mandi satu minggu sekali.
Sementara, sampai sekarang juga sudah ada tiga orang bocah yang ada Desa Batu Ampar, Kecamatan Pauh telah terkena penyakit demam berdarah.
Baca: Tingkat Konsumsi Ikan di Provinsi Jambi Meningkat
Baca: 19 Desa dan Kelurahan belum 100 Persen Siapkan Adminstrasi Menuju Zona Hijau
"Berdasarkan laporan yang kita terima, anak tersebut terkena demam berdarah. Dan kita sudah turunkan tim untuk lakukan fogging," katanya
Selain itu juga pada musim hujan ini banyak binatang- binatang yang khususnya hidup di dalam tanah akan keluar jika hujan berlebihan.
"Seperti kelabang, kalajengking dan yang lainnya, ya waspada saja," ujarnya.