Penderita HIV di Sarolangun Meningkat Dua Kali Lipat. Dinkes Gencar Sosialisasi

"Obat yang tersedia hanya bisa memperlambat proses pertumbuhan virus penurun daya tahan tubuh saja," tambahnya.

Penderita HIV di Sarolangun Meningkat Dua Kali Lipat. Dinkes Gencar Sosialisasi
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Jumlah penderita penyakit HIV (human immunodeficiency virus)/AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Sarolangun, mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya.

Sejak 2016, jumlah penderita yang terjangkit HIV/AIDS sebanyak tiga orang. Namun, pada tahun 2017 menurun sebanyak dua orang. Dan, untuk tahun 2018 terhitung dari Januari hingga Oktober, ada delapan kasus HIV.

Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sarolangun, Aryadi mengatakan, jumlah tersebut jelas menunjukkan angka peningkatan yang signifikan.

Baca: Tesa Buktikan HIV/AIDS Bukan Akhir dari Segalanya

"Jumlah tersebut merupakan hasil dari data yang kita peroleh di rumah sakit," ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi sebab penyebaran penyakit tersebut.

"Prosesnya bisa melalui hubungan seks bebas, penggunaan jarum tato atau suntik yang bergantian, dan bisa juga diturunkan oleh ibu hamil pada anaknya," papar Aryadi.

"Obat yang tersedia hanya bisa memperlambat proses pertumbuhan virus penurun daya tahan tubuh saja," tambahnya.

Baca: KPU: Kampanye di Media Sosial Masih Dilarang

Khawatir akan bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS ini, pihak Dinkes Sarolangun gencar melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS melalui seksi Promkes.

"Sudah kita laksanakan, khususnya pada para remaja dan anak-anak. Baik SMA, SMP dan SD Sebelumnya kami juga pernah berkerja sama dengan BP2KB (Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan) saat penyuluhan narkoba karena juga berkaitan dengan penyebaran HIV/AIDS," bebernya.

"Untuk ibu- ibu hamil kita lakukan di setiap kecamatan, dan untuk Kecamatan Batang Asai dan Air Hitam, kita turun langsung," ujarnya.

Untuk diketahui, penyakit menular ini memiliki dua jenis, yaitu secara langsung seperti TBC, HIV/AIDS dan Kusta. Selain itu ada yang melalui hewan seperti DBD, Malaria, Kaki Gajah dan Rabies.

Baca: Cara Membeli Tiket Piala Asia U19 dan Daftar Harga, Penentuan Tiket ke Piala Dunia U20

Baca: BUMDes di Sarolangun, Masih Belum Maksimal

Dengan begitu pihaknya menghimbau kepada masyarakat Sarolangun agar menumbuhkan kesadaran tentang berbahayanya penyakit HIV/AIDS ini. "Jika merasa pernah melakukan perbuatan yang bisa menularkan HIV/AIDS ini, bisa langsung datang ke Puskesmas terdekat untuk melakukan screening test secara gratis," ujar Aryadi.

Selain itu, Ia juga menghimbau kepada para pasien yang telah terjangkit HIV/Aids agar rajin kontrol terkait masalah penanganan dan pengobatan dan jangan malu ataupun takut

"Di rumah sakit, kita ada dokter yang khusus menangani penyakit menular seperti HIV/Aids ini dan bagi pasien jangan merasa takut dan malu," tutupnya.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved