Deddy Corbuzier Tanya Apa Hukumnya Mengidolakan Ahok? Ini Jawaban Gus Miftah
Deddy Caorbuzier Tanya, Apa Hukumnya Mengidolakan Ahok? Jawaban dari Gus Miftah penceramah asal Yogyakarta ini tak disangka.
Pertanyaan selanjutnya yang dilontarkan Deddy adalah hukum bagi laki-laki yang menyerupai wanita.
Lagi-lagi Gus Miftah menjawab dengan sedikit gurauan, "itu lady boy, wajahnya lady, bodinya boy", kata Gus.
Dilanjutkannya hal itu tentu sudah melanggar fitrah yang sudah diberikan sang pencipta.
Ia bercerita kepada Deddy pernah menjelaskan apa sebutan bagi orang yang keluar dari jati dirinya setelah meninggal,
Baca: Lama Menahan Diri, Inilah Alasan Presiden Jokowi Geram Hingga Keluarlah Politikus Sontoloyo
Baca: Indonesia Menang Atas UEA, Qatar Unggul dari Taiwan, Ini Klasemen Grup A Piala AFC U-19 2018
Baca: Kisah Ahok Marahi Pengelola Bantargebang yang Tak Beres, Kebijakan Saat Jadi Gubernur DKI Jakarta
"kalau laki-laki meninggal namanya apa? almarhum, perempuan mati namanya apa? almarhummah, kalau banci mati namanya apa? aluminium," katanya.
Pertanyaan ketiga yang dilontarkan Deddy adalah tentang hukum dalam memelihara hewan anjing.
Gus Miftah menanggapi dengan santai, bahwa hukum memelihara anjing adalah najis dan memakan dagingnya tentu diharamkan dalam Islam.
Namun, bukan berarti menurut Gus, manusia dapat memperlakukan anjing dengan berlaku kasar bahkan sampai menyiksa.
Sementara menurut Gus Miftah, dalam Islam, manusia boleh memelihara anjing jika hanya digunakan untuk menjaga keamanan saja.
"Karena ada hadist yang mengatakan, rumah tidak akan dimasukki oleh malaikat kalau di dalamnya ada anjing", jelas Gus.
Setelah 3 pertanyaan tersebut dijawab oleh Gus Miftah.
Lanjut Deddy yang melontarkan pertanyaan "Apakah pemimpin negara diharuskan Muslim?"
Gus Miftah langsung menjawab Indonesia menggunakan ideologi Pancasila yang mengesahkan 5 agama di dalamnya.
Sudut pandangnya berbicara bahwa selama Indonesia masih menggunakan sistem demokrasi, siapapun berhak menjadi seorang pemimpin.
"Kalau negara ini menggunakan syariat Islam, Iya. Tapi ingat, Indonesia menggunakan ideologi Pancasila. Kalau Pancasila itu berarti semua agama yang diakui Undang-Undang berhak menjadi pemimpin,
"Ini kan kita berbicara konteks Pancasila, kalau yang tidak sepaham dengan saya berarti barangkali pamahaman kita tentang Pancasila berbeda. Karena ini demokrasi bukan syariat Islam, kecuali negara ini sudah berubah menjadi negara Islam, itu beda lagi konteksnya", ungkap Gus Miftah
Video Lengkapnya klik di sini