Ketika Kim Jong Un Ikuti Prinsip Ala Soeharto yang Makin Populer Tawarkan Solusi Damai
Presiden Soeharto, dalam menyelesaikan masalah, terkenal dengan prinsip Jawa, "nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake".
Dengan demikian pamor Trump yang sedang meredup di dalam negeri terkait konflik interen, misal skandal suap Trump dengan seorang artis porno, pun bisa bersinar lagi.
Baca: TMMD ke-103, Sebanyak 150 Personel TNI AD dan Polri Ditempatkan di Rumah Warga Dusun Duri 5 Sei
Baca: GMHP, KPU Tebo akan Temui Suku Talang Mamak di Semerantihan
Presiden Trump yang menuruti permintaan Kim Jong Un untuk bertemu di Panmunjom itu memang tampak janggal karena baru kali ini seorang presiden negara adidaya bisa didekte Kim Jong Un yang oleh para politikus AS dijuluki sebagai ‘bocah gemuk yang nakal itu’.
Tapi faktanya Presiden Trump memang bersuka cita untuk segera bertemu Kim Jong Un.
Pasalnya pertemuan spektakuler itu akan menjadi sejarah untuk pertama kali selama lebih dari 60 tahun seorang pemimpin AS bisa bertemu langsung dengan pemimpin Korut.
Meski Presiden Trump secara politis sebenarnya sudah ‘dikalahkan’ oleh Kim Jong Un.
Tapi Presdien Trump ternyata merasa tidak direndahkan bahkan merasa ditinggikan karena pamornya makin cemerlang di mata publik AS.
Cara-cara Kim Jong Un ini mirip dengan langkah Soeharto ketika berusaha menyelesaikan pertikaian Indonesia-Malaysia di era Presiden Soekarno (1963-1966).
Pak Harto memilih taktik ‘nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake’, yakni berupa pendekatan diplomatik daripada mengerahkan kekuatan militer dan akhirnya memang berhasil secara gemilang.
Pasukan Malaysia-Inggris dan sekutunya tidak jadi menyerang RI dan hubungan Indonesia-Malaysia pun tetap baik hingga sekarang.
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM: