Ketika Pasukan PGT ini Harus Bertahan Hidup Saat Memakan Ransum Teman yang Gugur Walau Sedih
Pada 28 Mei 1962, kelompok pasukan ini sedang berupaya mencari makanan dan bertemu penduduk setempat.
Pada 8 Juni 1962, kelompok pasukan SMU Mengko didatangi oleh empat orang penduduk setempat yang mengajak ke kebun untuk mengambil bahan makanan dengan cara menyeberangi sungai.
Tetapi SMU Mengko tidak ikut berangkat dan memerintahkan SU Madrawi bersama sejumlah anggota PGT lainnya berangkat dengan perahu.
Posisi pasukan yang berada di perahu dan di tengah sungai sebenarnya merupakan sasaran empuk bagi musuh mengingat tiadanya perlindungan.
Rupanya empat orang yang menawarkan makanan sengaja dirancang oleh pasukan Belanda yang saat itu berada di seberang sungai.
Baca: Harga Udang Ketak, Komoditas Primadona di Tanjung Jabung Timur dan Harapan Nelayan
Baca: Mendarat dengan Sukses, Kopassus Terkejut Saat Tahu Tempat Tersebut Diisukan Dihuni Suku Kanibal
Ketika sudah berada pada jarak tempak efektif pasukan Belanda pun melancarkan serangan setelah empat orang penduduk yang merupakan mata-mata melompat ke sungai.
Akibat serangan sergapan itu sejumlah personel PGT AU pun gugur termasuk Sersan Udara (SU) I Madrawi.
Sedangkan sisa anggota pasukan SMU Mengko lainnya yang rata-rata telah terluka, kembali menghindar masuk hutan dan melanjutkan perang gerilya.
Tak berapa lama kemudian pasukan yang kelelahan itu bertemu dengan kelompok pasukan yang dipimpin oleh PU I Roedjito.
Sejumlah personel yang masih sehat kemudian berusaha mengobati rekan-rekannya sekaligus mencari makanan dengan memanfaatkan pohon sagu yang tumbuh di sekitarnya.
Tiba-tiba saat mengumpulkan sagu ada anjing kecil yang melintas dan SMU Mengko langsung berkesimpulan posisinya telah diketahui oleh musuh.
Untuk itu SMU Mengko memerintahkan anak buahnya mengumpulkan sagu sebanyak mungkin dan cepat-cepat meninggalkan lokasi.
Tapi sebelum pasukan beranjak pergi, datang serangan udara dan darat yang dilancarkan Belanda.
Pertempuran sengit kembali berlangsung dan karena sudah berada dalam kondisi terkepung, SMU Mengko dan beberapa anak buahnya, termasuk mereka yang cedera berhasil ditawan Belanda.
Sementara tiga personel lainnya, yakni PU I Roedjito, PU I Gunarso dan PU I Istat yang terluka tembak pundak kanannya berhasil meloloskan diri.
Sisa personel PGT yang berusaha menghindar itu diburu pasukan yang bergerak dengan formasi tempur Letter L.
Baca: Satgas TMMD Silaturahmi ke Rumah Warga Dusun Duri 5 Sei Ayam, Dekatkan Diri Dengan Masyarakat
Baca: Penampakan 9 Pelaku Illegal Driling di Desa Pompa Air, Ancaman Denda Rp 6 Miliar