Bebas, P2KBP3A Batanghari Lakukan Home Visit, Pada Orangtua yang Kuburkan Bayinya Secara Tak Layak

Namun yang menjadi kekhawatiran warga, mereka sudah kembali dengan kondisi istri yang dikenal warga mengalami gangguan jiwa.

Bebas, P2KBP3A Batanghari Lakukan Home Visit, Pada Orangtua yang Kuburkan Bayinya Secara Tak Layak
tribunjambi/abdullah usman
Kasus bayi yang dikubur oleh orang tuanya di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Batanghari, berdasarkan keterangan warga sekitar menguak sisi lain keseharian orang tua bayi malang tersebut, Rabu (19/9/2018). Rumah orangtua bayi, dan lokasi penemuan kuburan bayi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Masih ingat kasus penguburan jasad bayi malang oleh orangtuanya sendiri, di Kelurahan Sridadi Dusun Senami, Kabupaten Batanghari, dari hasil pemeriksaan polisi, kedua orangtua bayi terbukti tidak bersalah dan dibebaskan.

Pasca dibebaskan dan kembali ke keluarga, Dinas P2KBP3A Kabupaten Batanghari, akan melakukan pendampingan dan membawa psikolg untuk menguji kejiwaan orangtua bayi malang.

Baca: Status Pernikahan Orangtua Bayi Malang di Sridadi Cuma Nikah Sirih

Namun yang menjadi kekhawatiran warga, mereka sudah kembali dengan kondisi istri yang dikenal warga mengalami gangguan jiwa. Dikhawatirkan hal serupa terulang kembali.

Sejauh ini, pihak Dinas P2KBP3A Batanghari belum menerima informasi ataupun laporan, baik dari polres maupun pihak lainya untuk melakukan mediasi atau pendampingan terkait hal tersebut.

"Jujur kita sangat kaget dengan laporan dari teman media terkait hal terebut. Sejauh ini kita belum mendapatkan informasi terkait kejadian itu. Untuk langkah selanjutnya kita akan melakukan home visit (kunjungan kerumah yang bersangkutan) dalam waktu dekat," bilang Kepala Dinas P2KBP3A Batanghari, Saryoto.

Baca: Penemuan Bayi Dikubur di Belakang Rumah di Sridadi, Ternyata Anak Kedua, Anak Pertama Tak Diketahui

Kepada Tribunjambi.com, Saryoto mengatakan perihal aturan undang-undang tentang perlindungan anak, bagi orangtua bayi malang yang diduga mengalami kejiawaan tersebut. Menurutnya, hal tersebut sudah diatur jika memang orangtua bayi mengalami gangguan jiwa, tidak boleh mengasuh anaknya tersebut.

"Seperti yang terkandung dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Diantaranya mengatur terkait pendidikan, kesehatan dan pengasuhannya anak," sebutnya.

"Terutama untuk anak usia 0-5 tahun. Dari segi pengasuhan inilah yang kita bisa masuk jika memang nanti terbukti orangtua bayi tersebut mengalami gangguan mental," jelas Saryoto, Selasa (2/10).

Baca: Ngaku Ikut Challenge, 55 Siswi SMP di Pekanbaru Sayat Tangan Gara-gara Minuman Berenergi

"Langkah selanjutnya, kita akan hadirkan psikolog untuk melakukan analisa terhadap orangtua si bayi. Dari hasil pemeriksaan nanti, baru dapat diketahui dan ditindaklanjuti untuk tindakan lebih lanjut," tutur Saryoto, kepada Tribunjambi.com.

"Selain itu, tidakan cepat dari kita juga akan dilakukan guna untuk menghindari terjadinya hamil lagi dari pasangan itu," jelasnya.

Lokasi kuburan bayi malang yang dikuburkan tidak layak oleh orangtuanya
Lokasi kuburan bayi malang yang dikuburkan tidak layak oleh orangtuanya (TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN)

Hal tersebut bilang Saryoto, bukan tanpa sebab. Karena, pada awalnya warga sekitar merasa kaget melihat kedua orang tersebut bebas dan kembali ke rumah mereka.

Selain itu warga juga mewanti-wanti jika mereka tidak dilakukan pendampingan dan pengawasan, hal serupa akan kembali terjadi.

"Kito cuman takut bae, jika mereka kembali dan kejadian serupa bisa terulang lagi. Pasalnya, mereka enggan berbaur bersama warga," ujar Bujang, warga Sridadi.

Baca: Dikabarkan Dianiaya hingga Babak Belur, Para Tokoh Pertanyakan Kondisi Ratna Sarumpaet

Dirinya juga berharap, pemerintah tetap melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap keluarga tersebut.
Sebelumnnya terjadi penolakan terhadap keberadaan mereka namun saat ini berdasarkan kemanusiaan dan sebagainnya hal tersebut tidak dilakukan. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved