Pilpres 2019
Dengar Ma'ruf Amin Ingin Rangkul Ahokers, Adik Ahok Ngaku Bingung dan Beri Komentar Seperti Ini
Reaksi tak terduga ditunjukkan oleh Adik Ahok terkait rencana Ma'ruf Amin ingin menggandeng Ahokers
TRIBUNJAMBI.COM - Reaksi tak terduga ditunjukkan oleh Adik Ahok terkait rencana Ma'ruf Amin ingin menggandeng Ahokers yang notabene merupakan pendukung Ahok.
Padahal di masa lalu Ahok mempunyai sejarah tak mengenakkan dengan Ma'ruf Amin.
Fatwa MUI melalui Ma'ruf Amin lah yang membuat Ahok kini mendekam di penjara.
Adik kandung Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Fifi Lety Tjahaja, berkomentar tentang keinginan Ma'ruf Amin yang akan menemui pendukung Ahok atau yang biasa disebut "Ahokers".
Komentar itu diungkapkan Fifi dalam akun Instagramnya, @fifiletytjahjapurnama, lantaran banyak pihak yang bertanya soal sikapnya terkait niat Ma'ruf merangkul pendukung Ahok dalam Pemilihan Presiden (Pilpres 2019) nanti.
Dalam caption yang dibuat Fifi, dirinya merasa bingung dengan keputusan Mar'uf tersebut.
"Tiba2 ramai Lagi Di tanyain pendapat saya ttg hal ini : 'Ma'ruf Amin akan menemui pendukung Pak #ahok Bagaimana Bu Fifi memandangnya? Apakah Bu Fifi menerima niatan Ma'ruf Amin untuk merangkul pendukung Pak Ahok di #pilpres2019? saya jujur saja heran ya Langit dan Lautan begitu luasnya kenapa juga ya mesti ke Ahokkers?," tulis Fifi, pada Senin (24/9/2018) malam.
"Trus Ahokers kan banyak ini yg mana ya atas nama Ahokers? Hahahahaha aja deh. Kirain beliau dipilih biar bisa rangkul yang dulu demo Ahok," lanjutnya.
Baca: Nasib Program Unggulan Ahok Terganjal Pejabat Era Anies Baswedan, Warga yang Kecewa Datangi Camat
Meski begitu, secara pribadi, Fifi merasa dirinya tidak memiliki hak untuk menerima atau menolak niatan Ma'ruf tersebut.
Fifi juga mengatakan, ia tak akan ambil pusing mengenai keinginan Ma'ruf untuk berjumpa dengan "Ahokers".
Ia tak masalah, selama niat Ma'ruf bukan ingin bertemu keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Ehm....Kalau saya pribadi ya tidak Punya hak untuk menerima Atau menolak ya karena Ahokkers kan bisa pikir dan menimbang sendiri pantas apa tidak ya?," imbuhnya.
"Kan beliau bukan mau ketemu keluarga Atau pengacara ahok. Trus apa Ahokkers mau Atau tidak saya pikir itu kembali ke hak masing2 saja. Ahokkers pintar pasti bisa jawab ini.
Mungkin jangan atas nama #ahokers x ya ? Gitu aja Kok repot ?! Hahahaha Ehm untung juga bukan mau ketemu saya hahaha itu baru repot namanya?!" pungkasnya.
Seperti yang diketahui, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf berencana untuk menemui para relawan Ahok.
Baca: Makan Beling Saat Dirasuki Makhluk Gaib, Bagaimana Kondisi Perutnya Usai Lakukan Aksi?
Ketua MUI ini akan mencari waktu khusus untuk bertemu dengan para pendukung Ahok tersebut.
Hal itu dikatakan Ma'ruf usai bertemu relawan Nusantara di rumahnya, di Jakarta Utara, Senin (24/9/2018).
Relawan Nusantara yang dimotori oleh politisi Partai Golkar, Nusron Wahid, merupakan pendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Ma'ruf mengatakan, dirinya akan merangkul pihak manapun demi keutuhan bangsa.
"Buat saya sekarang, saya harus bergaul dengan semua pihak untuk keutuhan bangsa. Keutuhan bangsa harus kita nomor satukan," kata Ma'ruf seperti dikutip TribunWow dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV, Senin (24/9/2018) lalu.
Ma'ruf mengaku mendapat dorongan dari Nusron Wahid untuk bertemu pendukung dan relawan Ahok.
Ia juga siap untuk bertatap muka dengan para "Ahokers" secara langsung.
"Mungkin Pak Nusron juga ingin saya bertemu dengan mereka (pendukung Ahok) secara khusus, kalau secara umum di berbagai forum biasa. Mungkin secara khusus perlu ada pertemuan. Dan saya sangat bergembira," ungkapnya.
Baca: Terlempar dan Menabrak Pembatas Jalan, Pembalap Malaysia Ini Tewas Pascakecelakaan
"Semua kalangan saya datangi. Saya bertemu untuk kepentingan negara dan bangsa," tambahnya.
Lihat Videonya:
Seperti diketahui, Ma'ruf pernah menyatakan pendapatnya terkait kasus penodaan agama yang meyeret Ahok.
Dirinya bahkan sempat menjadi saksi di sidang saat Ahok menjadi terdakwa kasus penodaan agama. (TribunWow.com/Ekarista R.P)
Ahok Ingin Lakukan Ini Kepada Ma'ruf Amin Saat Bebas
Siapa yang didukung oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dalam Pilpres 2019 masih belum secara tegas dikatakan Ahok.
Ahok sebelumnya merupakan pasangan Joko Widodo pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Di satu sisi Ahok merupakan sosok yang diusulkan oleh Prabowo Subianto untuk berpasangan dengan Jokowi di Pilgub DKI Jakarta.
Dua orang tersebut merupakan orang-orang penting yang sangat berjasa dalam karir Ahok di dunia politik.
Meski Ahok belum secara resmi mendukung pasangan calon di Pilpres 2019, namun para pendukung Ahok atau Ahokers disebut-sebut bakal merapat ke kubu Jokowi - Ma'ruf.
Politikus Golkar Nusron Wahid terlihat mendatangi kediaman Cawapres Ma'ruf Amin, di jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).
Dalam kunjungannya, Nusron menyebut ingin berkoordinasi dengan Ma'ruf Amin tentang relawan Nusantara pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI 2017 lalu.
"saya minta waktu Insya Allah kami akan kumpulkan teman-teman kami yang aktif di dalam jaringan relawan Nusantara yang dulunya mendukung Ahok dan Ahokers dari sayap Islam," kata Nusron Wahid di lokasi.
Kordinasi relawan Ahok ini, kata Nusron, untuk memenangkan KH Ma'ruf Amin menjadi wakil presiden periode 2019-2024 dan Jokowi periode di periode kedua.
Nusron mengatakan akan dijadwalkan pertemuan anggota Relawan Nusantara dengan Ma'ruf. Pertemuan itu, berbentuk silaturahmi dengan Ma'ruf.
"Nanti akan kami buat silaturahmi Relawan Nusantara dengan Pak Kiai. Kapan, nanti akan kami atur," terang Nusron.
Silahturahmi itu, lanjut Nusron, lantaran Relawan Nusantara sempat kaget dengan terpilihnya Ma'ruf menjadi pasangan Jokowi.
Hal ini mengingat Ma'ruf menjadi ketua MUI yang keluarkan fatwa Ahok menista agama Islam.
"Sempat ada yang kaget karena bagaimana pun juga, dulu Pak Kiai Ma'ruf Amin adalah Ketua MUI yang memberikan fatwa Ahok adalah penista agama dan Ahok dipenjara," jelas Nusron.
Mengaku Ingin Ketemu Ma'ruf Amin
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku pernah berkunjung ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk bertemu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Djarot mengaku menemui Ahok pada Jumat (10/8/2018) pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut dirinya dengan Ahok membicarakan mengenai Pemilihan Presiden 2019.
Khususnya soal keputusan Joko Widodo menggandeng Ma'ruf Ami sebagai calon wakil presiden.
"Tapi apa yang dibilang Ahok, 'enggak apa apa, malah bagus. Kita akan bantu. Nanti kalau saya keluar'. Dia bilang gitu, 'saya mau ketemu sama Pak Ma'ruf Amin'," kata Djarot di Gedung Filateli, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).
Djarot menyebut Ahok tak memiliki dendam dengan Ma'ruf.
Meski Ma'ruf merupakan saksi ahli dalam kasus penodaan agama yang menjerat Ahok.
Hal terpenting menurut Ahok, Jokowi bisa melanjutkan program yang sudah dibangun saat ini.
"Dia tidak ada apa apa, sudah selesai, ya sudah selesai. Iya enggak ada masalah, beliau tetap. Apa yang dikerjakan oleh Pak Jokowi ini harus dilanjutin terus," katanya.
Djarot pun memastikan Ahok akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Dalam perbincangan selama empat jam itu, ucap Djarot, Ahok memberikan dukungan meski tak masuk dalam struktural tim kampanye.
"Kalau itu kita enggak, artinya pak Ahok tetap kasih support. Meskipun tidak masuk sebagai tim kampanye, tidak harus dipanggung gitu ya," kata Djarot.
Sementara itu Ma'ruf Amin dikabarkan menyambut baik upaya pertemuan dirinya dengan para Ahokers tersebut.
Menurut Ma'ruf Dia akan bergaul dengan semua pihak demi keutuhan berbangsa dan bernegara.
Meskipun sempat memiliki hubungan tak baik dengan Ahokers terkait fatwa MUI tentang penodaan Agama, namun menurut Ma'ruf hal tersebut merupakan masa lalu.