BPN Sarolangun Targetkan 14 Ribu bidang

"Semoga dengan terdaftaranya tanah yang ada di Sarolangun mencegah terjadinya sengketa tanah," jelas Mubarokuzzaman.

BPN Sarolangun Targetkan 14 Ribu bidang
tribunjambi/wahyu
BPN Sarolangun targetkan 14 ribu bidang tanah 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sarolangun, memperingati Hari Agraria Tata Ruang Nasional ke-58 yang jatuh pada hari Senin 24 September 2018.

Dalam peringatan tersebut, Sekda Sarolangun Thabroni Rozali, yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, masyarakat harus ikut berperan aktif dalam penyusun tata ruang dan implementasinya.

Baca: Baru 25 Persen dari Target 135.000 Sertifikat, BPN Jambi Optimis Rampung di Akhir Tahun

Berkenaan dengan legalitas aset melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang jumlah bidang tanah seluruh indonesia kurang lebih 126 juta bidang tanah, diharapkan tahun 2025 seluruh bidang tanah telah terdaftar.

"Legalitas aset melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap diharapkan tahun 2025 semua sudah terdaftar," ucap Sekda.

BPN Sarolangun targetkan sertifikat 14 ribu bidang tanah
BPN Sarolangun targetkan sertifikat 14 ribu bidang tanah (tribunjambi/wahyu)

Tanah kata Sekda, adalah aset keluarga. Untuk itu, pemerintah sangat mendorong ide agraria, seluruh bidang tanah yang ada di Sarolangun diharapkan ada sertifikatnya.

"Kedepannya kita mendorong agar sosialisasi terutama kita arahkan ke camat dan kades mengenai kejelasan tanah kepada masyarakatnya," tutur sekda.

Sementara itu, Kapala Kantor BPN Sarolangun Mubarokuzzaman, mengatakan, jika saat ini jumlah PTSL untuk Kabupaten Sarolangun sebanyak 16 Ribu bidang yang tersebar hampir di seluruh desa dalam Kabupaten Sarolangun. Dan, ditargetkan tahun ini 14 ribu bidang sertifikat.

Baca: Lambannya Proses Sertifikat, Dewan Tanjabbar Panggil BPN

"Untuk Kabupaten Sarolangun sertifikat yang akan dikeluarkan oleh BPN sebanyak 16 ribu bidang, dan target tahun ini 14 ribu. Namun, sampai saat ini baru mencapai 8 ribu bidang. Kendalanya saat ini perlu adanya peran aktif dan partisipasi masyarakat," ujarnya.

Dicontohkannya, partisipasi tersebut agar masyarakat segera memasang tanda batas tanah dan saksikan pemilik tanah yang berbatasan. Kedua, pada penyuluhan BPN wajib dihadiri, ketiga mengahidiri pengukuran bidang oleh BPN.

Baca: Pendiri Facebook Mark Zuckerberg Kirim Email Tawarkan Pekerjaan ke Pemuda Umur 17 Tahun

Dengan ini kewajiban pemilik tanah Dengan terdaftarnya seluruh tanah melalui PTSL, diharapkan dapat mencegah terjadinya sengketa tanah.

"Semoga dengan terdaftaranya tanah yang ada di Sarolangun mencegah terjadinya sengketa tanah," jelas Mubarokuzzaman.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved