Ahok 'Jatuh', Ungkap Fakta dari Ramalan Kwik sampai Penelitian Luar Negeri, Ini Sebab dan Imbas
Sebenarnya apa yang membuat Ahok "jatuh"? Benarkah karena sentimen agama, omongan yang kasar, atau ada pihak tak suka?
"Mungkin ya seperti itu, saya tidak tahu," ujarnya.
Ia lalu mencontohkan ucapan takbir yang menakutkan baginya saat ini.
"Kita Pilih Prabowo! Allahuakbar!! Takut kita, takut kita, gimana nggak, saya usul seperti itu," ujarnya lagi.
Ia juga mengatakan, bahwa ulama yang berpengaruh di Indonesia menurutnya saat ini, yakni ulama yang menunjukkan jalan menuju Tuhan, ulama para pencari Tuhan.
"Bukan ulama tabligh yang dicium tangannya, sorry, tapi mungkin nggak terlalu berpengaruh," tegasnya.
Ia pun mempertanyakan soal ulama yang ada di kubu Jokowi dan kubu Prabowo.
"Saya disambungkan dengan teori perwayangan yang sudah cukup lama, bahwa goro-goro keos itu terjadi kalau pandito kalau rohaniwan, kalau ulama, sudah bergabung dengan istana, diperjelas boleh bergabung asal istananya yang mencari, bukan ulama yang seperti gayung datang ke kekuasaan," jelasnya.
"Nah, saya nggak tahu ulama yang begitu, apa yang di Pak Jokowi, apa yang di Pak Prabowo," tandasnya lagi.
Ramalan Kwik Kian Gie
Kwik Kian Gie, ekonom senior, masuk ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bergabungnya Kwik ke kubu Prabowo-Sandi, mendapatkan reaksi dari PDIP.
Satu di antara alasan bergabungnya Kwik Kian Gie lantaran konsep yang ditawarkan tak mendapat respons dari PDIP.

Kwik Kian Gie dahulu merupakan satu di antara orang yang "penting" di tubuh PDIP. Kader banteng ini pernah menjadi Menteri Perekonomian. Namun mengapa dia mengalihkan dukungan ke Prabowo-Sandiaga?
Sebelum beranjak ke situ, ada cerita tentang Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama dengan Kwik Kian Gie.
Di buku "MENELUSURI ZAMAN: Memoar dan Catatan Kritis" (2017), Kwik Kian Gie pernah bercerita pertemuannya dengan Joko Widodo dan Megawati.
Kwik Kian Gie menulis pertemuannya dengan Megawati dan Jokowi terjadi saat kepergian Taufik Kiemas di Singapura.