Ahok 'Jatuh', Ungkap Fakta dari Ramalan Kwik sampai Penelitian Luar Negeri, Ini Sebab dan Imbas

Sebenarnya apa yang membuat Ahok "jatuh"? Benarkah karena sentimen agama, omongan yang kasar, atau ada pihak tak suka?

Editor: Duanto AS
Buku 'Kebijakan Ahok' dan Ahok. (kolase TribunSolo.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Ahok merupakan sosok fenomenal. Pria bernama asli Basuki Tjahaja Purnama itu pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta, namun akhirnya "jatuh" dan saat ini menjalani masa hukuman di Rutan Mako Brimob.

Sebenarnya apa yang membuat Ahok "jatuh"? Benarkah karena sentimen agama, omongan yang kasar, atau hal lainnya?

Ada beberapa penelitian luar negeri dan komentar tokoh, seperti "ramalan Kwik Kian Gie", terkait faktor penyebab Ahok "jatuh". Bahkan saat dia menjalani masa hukuman di rutan, namanya masih fenomenal. Sebenarnya, apa penyebanya?

Penelitian luar negeri

Budayawan Sudjiwo Tedjo membagikan hasil sebuah penelitian yang mengungkap bahwa jatuhnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan karena sentimen agama.

Baca: Jadwal Semifinal China Open 2018 Sabtu 22 September 2018, Anthony Ginting Cs Tanding

Baca: Ramalan tentang Ahok oleh Kwik Kian Gie, Ini yang Bikin Dia Tumbang

Baca: Jokowi-Maruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo-Sandiaga Nomor Urut 2, Undian untuk Pilpres 2019

Itu disampaikan oleh Sudjiwo Tedjo di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa (18/9/2018) malam.

"Dua minggu yang lalu saya baca artikel-nya Edward Ghani, direkomendasi sama bekas menteri keuangan Chatib Basri. Itu Ahok jatuh bukan karena sentimen agama, hasil penelitian," ujarnya dilansir dari tayangan ulangnya di YouTube Indonesia Lawyers Club tvOne, Rabu (19/8/2018).

"Tapi karena ada beberapa titik yang tidak mengalami keadilan," ujarnya.

Kemudian Sudjiwo menjelaskan bahwa penelitian yang dia baca, itu merupakan tulisan di tingkat doktoral dari penulis yang kuliah ekonomi politik di London.

"Dia meneliti tidak seperti pandangan orang jatuhnya Ahok karena sentimen Agama, tapi di beberapa titik, dia mengungkap pada hasil penelitian itu, ada ketidak adilan sosial," ujarnya menegaskan maksud dari apa yang ia sampaikan.

Ahok dan Sujiwo Tejo
Ahok dan Sujiwo Tejo ()

Dia pun menduga, upaya kedua pasangan capres-cawapres untuk menarik ulama bisa saja tidak ada pengaruhnya terhadap suara rakyat.

"Artinya rakyat rasional, dan jangan-jangan ini tidak ada pengaruhnya. Mau Pak Jokowi didukung ulama, mau Pak Prabowo didukung ulama, walaupun saya nggak pernah denger ada yang mendukung, misalnya Pak Jokowi mendukung ulama, Pak Prabowo mendukung ulama, kan lebih enak daripada Pak Prabowo didukung ulama," bebernya.

Dia kemudian kembali menegaskan kalau hasil penelitian itu ditulis dalam Bahasa Inggris.

"Aku ngerti sedikit-sedikit, bahwa tidak seperti dugaan selama ini, Ahok jatuh bukan karena sentimen agama, atau paling tidak bukan itu satu-satunya," tutupnya.

Takut dengan takbir GNPF saat dukung Prabowo

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved