Kasus Pembangunan Embung

Ketua PPAT Pembangunan Proyek Embung di Tebo Sebut Tak Tahu Banyak

Ketua PPAT dalam proyek pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, Sudirman turut dihadirkan di persidangan

Ketua PPAT Pembangunan Proyek Embung di Tebo Sebut Tak Tahu Banyak
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Sudirman memberikan kesaksian 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketua PPAT dalam proyek pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, Sudirman turut dihadirkan di persidangan dugaan korupsi pembangunan embung di desa Sungai Abang, kecamatan VII Koto, kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015.

Dalam keterangannya di Pengadilan Tipikor Jambi, dia mengaku tidak banyak tahu mengenai proyek yang ditanganinya.

Dalam proyek tersebut, dia mengaku memperoleh honor sebesar Rp 4 juta setahun.

Baca: CV Veros Sempat Sanggah Keputusan Lelang yang Dimenangkan CV Persada Antar Nusa

"Dapat honor, dibayarnya per bulan. Totalnya setahun dapat Rp 4 juta," kata dia.

Selain itu, dia turut membenarkan apa yang tercantum dalam Berita Acara Persidangan (BAP) yang menyatakan bahwa di tidak berkompetensi menjadi Ketua PPAT.

Sudirman juga mengaku menerima uang setelah proyek selesai sejumlah Rp 800 ribu yang dibayarkan tiga kali.

"Setelah selesai (proyek embung) saya dikasih uanh tiga kali, totalnya Rp 800 ribu," kata dia.

Untuk diketahui, kasus ini menjerat empat terdakwa. Di antaranya, Sarjono sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015.

Baca: Sampaikan Keterangan Berbelit-belit, Hakim: Masa Beda Beberapa Inchi Saja, Bohong!

Baca: Belum Sempat Berikan Keterangan Tentang Proyek Embung Sungai Abang, 4 Saksi Kembali Dihadirkan

Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Tersedia Ayam Potong Organik Ochicken di Toko 212 Mart, Dijamin Halal dan Sehat

Baca: Pembelian Tiket Jalan Sehat Tribun Bersama Luwak White Koffie dan Wako Jambi, Membludak

Baca: Sekda: Hargai Waktu, Disiplin Harus Ditegakkan

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved