Puisi Najwa Shihab di Hari Kemerdekaan RI
Dengan kemampuan dan kecerdasannya, Najwa yang kerap disapa Nana ini menghadirkan episode-episode menarik yang menguak sisi
TRIBUNJAMBI.COM - Jurnalis dan presenter Najwa Shihab yang kerap bawakan acara Mata Najwa dikenal sebagai pribadi tangguh dan luar biasa.
Dengan kemampuan dan kecerdasannya, Najwa yang kerap disapa Nana ini menghadirkan episode-episode menarik yang menguak sisi lain dari sebuah permasalah terutama dalam bidang politik dan hukum ke layar kaca.
Baca: Tak Ganti Baju Sebulan Hingga Hilangnya Anggota Kopassus saat Operasi Militer di Timor Timur
Episode Mata Najwa pun seringkali ditutup dengan pembacaan pesan bergaya puisi dengan sajak dan rima yang enak didengar.
Di Hari Kemerdekaan ini pun Najwa beri nasihat puitis lewat unggahan Instagramnya.
Proklamasi harusnya tak berhenti sekadar deklarasi, sebab merdeka mestinya bukan alat propaganda.
Indonesia adalah kata kerja, mimpi-mimpi yang harus digubah menjadi nyata.
Tanah air adalah petak-petak yang harus diolah, tanah air adalah lautan yang harus dibelah.
Keberanian menjadi panglima, keseriusan sebagai bendera dan optimisme menjelma sepucuk doa.
Karena nasionalisme bukan slogan mati tapi pengorbanan kolektif membela visi.
Dirgahayu 73 Tahun RI.
@narasi.tv @matanajwa @komunitasmatakita #catatannajwa #matanajwa #narasitv #HUTRI73 #73thRI
Ilustrasi by @bangdayat_
Baca: Elisabet Elvira Candra: Hadapi Perbedaan dengan Lapang Dada
Najwa mengajak masyarakat agar giat bekerja karena Indonesia sejatinya adalah kata kerja.
Jangan cuma berani bermimpi, tapi berani jugalah untuk membuatnya jadi kenyataan.
Kekayaan bangsa ini masih banyak yang harus dieksplorasi dan diolah.
Najwa juga berpesan bahwa nasionalisme bukan hanya sekadar slogan, tapi harus ada aksi nyata seperti pengorbanan kolektif demi membela visi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/16082018_najwa-shihab_20180816_142648.jpg)