Gemparnya Dunia Karena Kopassus yang Buat Pasukan Elite Sekelas SAS Mati di Hutan Kalimantan

Tak kalah dari pasukan khusus negara-negara besar di dunia. Indonesia turut memiliki pasukan khusus yang ditakuti

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Prajurit TNI dari Sat Kopassus 

Militer Malaysia yang didukung Inggris dan negara-negara persemakmuran seperti Selandia baru serta Australia tidak bisa dihadapi oleh pasukan gerilya yang menyamar dan menggunakan persenjataan terbatas.

Gerilyawan Indonesia yang terdiri dari para sukarelawan bahkan harus menghadapi pasukan Gurkha dan SAS Inggris yang sudah sangat berpengalaman dalam pertempuran hutan.

Selain itu, garis perbatasan Malaysia-Indonesia yang panjangnya sekitar 1000 km juga tidak mungkin hanya diamankan oleh pasukan gerilya.

Kondisi itu mungkin tidak terpikirkan oleh Presiden Sukarno yang sedang bersemangat, setelah sukses merebut Irian Barat lewat Trikora.

Baca: Konsumsi 4 Jenis Bumbu Dapur Ini untuk Tingkatkan Kebahagiaan Anda Diatas Ranjang

Baca: Aksinya Buat Musuh Gentar, Paspampres Bermotor Bak Siluman Pelindung Presiden dari Serangan Musuh

Pasukan Gelisah

Bagi Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Achmad Yani, kondisi medan tempur di perbatasan itu sangat merisaukannya.

Meski, TNI AD sudah mengirim Batalyon II RPKAD (nama satuan Kopassus saat itu) untuk mengamankan perbatasan.

Seperti dilansir dari buku Benny Moerdani : Tragedi Seorang Loyalis, Letjen Ahmad Yani kemudian memanggil personel andalan RPKAD yang sukses memimpin perang gerilya di Irian Barat, Mayor Benny Moerdani.

Tugas yang dibebankan kepada Benny adalah segera berangkat ke Kalimantan Utara dan mengorganisasi cara menangkal aksi penyusupan pasukan Inggris.

Karena tugas Benny merupakan misi rahasia, Benny berangkat tidak menggunakan identitas prajurit Kopassus.

Benny, yang berangkat langsung dari Cijantung, juga hanya membawa tim kecil.

Benny Moerdani
Benny Moerdani (Kolase Tribun Jabar)

Tujuan operasi penyusupan tim kecil Benny adalah mengamati rute-rute penyerbuan yang nantinya bisa dipakai oleh induk pasukannya.

Kawasan yang pertama kali menjadi daerah operasi Benny dan timnya di Kalimantan Utara adalah sebuah dusun kecil yang berlokasi di seberang perbatasan Serawak-Kalimantan Barat.

Setelah sesuai dengan sasaran yang diserbu oleh RPKAD dan satuan lainnya pasukan kecil Benny terus melaksanakan tugas secara berpindah-pindah.

Selama melaksanakan misi pengintaian dan penyusupan di perbatasan, Benny meskipun pada saat itu ABRI (nama TNI ketika itu) sudah secara terang-terangan membantu gerilyawan TNKU, harus melaksanakan taktik penyamaran.

Baca: Terkenal Jalani Latihan Berbahaya & Ekstrim, Navy Seal pun Sampai Dibuat Gentar dengan Denjaka

Baca: VIDEO: Hantu Laut itu Bernama Denjaka, Pasukan Elite TNI AL yang Jalani Latihan di Neraka Dingin

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved