Ketika Kopassus dan Marinir Siap Saling Serang, Beruntung Ada Benny yang Melerai
Bentrok terjadi di dekat markas KKO, RPKAD yang kalah jumlah lalu mengontak teman-teman mereka di Cijantung.
Dikisahkan saat itu Komandan Batalyon I RPKAD Mayor Benny Moerdani baru pulang main tenis dari Senayan.
Masih mengenakan seragam olahraga Benny menduga ada yang tak beres saat melihat iring-iringan truk RPKAD penuh sesak oleh tentara.
Tak berseragam konvoi RPKAD dari Batalyon II tersebut meninggalkan markas dengan tergesa-gesa.
Benny kemudian berusaha mengejar konvoi truk itu.
Baca: Rahasia Ilmu Hantu Kopassus yang Bikin Prajurit AS Kebingungan, Jenderalnya Sampai Ketakutan
Di sepanjang jalan masyarakat terlihat panik, Benny pun berhenti dan menanyakan apa yang terjadi kepada warga.
Warga yang terlihat ketakutan menjawab bahwa telah terjadi baku hantam antara RPKAD dan KKO.
Dan benar saja, saat mengecek ke RSPAD Benny melihat korban berjatuhan dari kedua belah pihak.
Melihat hal ini Benny yang berusaha ingin melerai pertikaian pergi ke asrama KKO Kwini.
Tanpa membawa senjata dan hanya menggunakan pakaian olahraga tanpa takut Komandan RPKAD ini masuk ke asrama KKO yanng notabene tengah gontok-gontokan dengan RPKAD.
Sampai di pos jaga dia melihat puluhan Tjakrabirawa eks KKO siap tempur dengan senjata terkokang.
Di pos tersebut seorang serdadu KKO memberi hormat kepada Benny, rupanya serdadu tersebut bekas anak buahnya saat Operasi Trikora di Irian Barat.
Akhirnya prajurit tersebut diminta untuk memanggil komandan mereka.
Baca: Kisah Marinir Kebal yang Tak Luka-luka Walau Kena Bacokan Parang Begal dan Buat Heboh Medsos
Saat sang komandan keluar ternyata merupakan teman akrab Benny waktu di Solo. Dia adalah Mayor Saminu, Komandan Batalyon II Resimen Tjakrabirawa.
Akhirnya terjadi perbincangan antara dua komandan tersebut, Benny pun meminta kepada Saminu agar pasukan KKO tidak keluar asrama, sementara pasukan RPKAD yang ada di luar Dia yang akan mengurusnya.
"Sudahlah. Jaga pasukanmu, jangan keluar asrama. Saya akan tertibkan anak-anak yang di sana. Kalau kamu diserang silakan saja, mau nembak atau apa. Terserah. Tapi saya minta jangan ada anggotamu yang keluar asrama," ujar Benny.