8 Caleg Mantan Napi Korupsi di Jambi Tunggu Putusan MA, Ridwan Pilih Mundur

Partai-partai pengusung caleg mantan napi korupsi masih menunggu putusan Mahkamah Agung.

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Partai-partai pengusung caleg mantan napi korupsi masih menunggu putusan Mahkamah Agung.

Terkait peringatan dari KPU, pihak partai tetap mempertanyakan keputusan tersebut kepada caleg bersangkutan untuk mengundurkan diri atau tetap bertahan.

Beberapa partai di Provinsi Jambi tercatat masih mencantumkan bakal caleg yang memiliki cacatan hukum pada kasus korupsi.

KPU mencatat ada sembilan mantan Napi Korupsi yang ikut mencalonkan diri pada Pileg 2019 mendatang. Para caleg tersebut terdaftar di beberapa partai-partai besar.

Berikut nama-nama Idham Kholid ME (PKB), Syahrasaddin M.Si (Golkar), Ridwan SE (Berkarya), A.Mukti Sa’ari (Berkarya), Mapangara Haka (Berkarya), Abdul Fattah (PAN), A.Harris AB (Demokrat), Irmanto S (Demokrat) dan Nasrullah Hamka (PBB).

Apnizal, Komisioner KPU Provinsi Jambi, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya ketika memberikan hasil pemeriksaan hari verifikasi administrasi bakal caleg sudah menyampaikan kepada partai. Agar mengganti caleg mereka yang pernah menjadi terpidana dalam perkara kasus korupsi.

“Untuk nama-nama caleg yang terkait dengan mantan napi korupsi kita minta untuk diganti. Jika tidak, akan kita coret sesuai dengan PKPU yang berlaku,” tegas Apnizal.

Dikatakannya bahwa pihaknya tetap menegakkan aturan yang ada di PKPU. Demikian pula dengan adanya fakta integritas yang dibuat. Dan untuk bakal caleg mantan napi korupsi itu sendiri, pihak KPU benar-benar sangat berhati-hati.

“Kemarin sempat terpantau ada 10 nama. Tetapi satu orang kita hati-hati betul. Dan ternyata dirinya sudah pernah mendapatkan vonis bebas,” ucap Apnizal.

Halaman
123
Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved