Komandan Marinir AS Sampai Geleng Kepala, Lihat Atraksi Denjaka dengan Peluru Tajam di Hadapannya
Denjaka namanya, Pasukan khusus dari TNI angkatan laut ini sudah sangat terampil dalam menggunkan senjata.
Mereka memperagakan aksi tembak-menembak menggunakan peluru tajam dalam posisi saling berhadapan.
Masing-masing personel masuk ke tengah-tengah upacara menggunakan kendaraan khusus.
Kemudian melakukan atraksi tembak-menembak di atas dua truk yang biasa digunakan untuk mengangkut tank.
Di atas bak truk sudah dipasang sasaran tembak yang terbuat dari bahan khusus (kevlar).
Masing-masing berdiri satu personel Denjaka dalam posisi saling berhadapan dengan jarak sekitar 10 meter.
Lalu mereka melakukan atraksi saling tembak menggunakan senapan serbu jarak dekat menggunakan peluru tajam.
Sasarannya adalah kevlar yang berada di samping kanan atau kiri personel Denjaka.

Semua prajurit Denjaka yang melakukan simulasi antiteror itu memang mengenakan rompi antipeluru.
Namun, dalam atraksi itu sama sekali tidak boleh ada kesalahan karena semua peluru yang ditembakkan harus tepat sasaran.
Kalau tidak tepat sasaran, peluru bisa menghantam porsenel lain Denjaka atau nyasar ke anggota Marinir yang berdiri tegap di arena upacara.
Baca: VIDEO: Hantu Laut itu Bernama Denjaka, Pasukan Elite TNI AL yang Jalani Latihan di Neraka Dingin
Atraksi teknis pembebasan sandera dan serbuan antiteror menggunakan peluru tajam di depan umum itu hanyalah salah satu kemampuan Denjaka yang dipertunjukkan di depan Letjen Duane.
Semua bisa berjalan lancar dan aman berkat latihan keras dan para personelnya yang terlatih baik (well trained).
Sebagai pasukan khusus yang dibentuk oleh TNI AL, para personel Denjaka memang merupakan orang-orang pilihan dan terbaik di satuannya.
Mereka merupakan prajurit terbaik yang semula sudah bertugas di satuan pasukan khusus TNI AL, yakni Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Intai Amfibi Marinir (Taifib).
Baca: Kisah Bergabungnya Denjaka, Kopaska dan Kopassus Tumpas Perompak Somalia yang Sandera WNI
Eksistensi Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) sebagai satuan antiteror aspek laut TNI dimulai sejak diterbitkannya Surat Keputusan KSAL No.Skep/2848/XI/1982 tertanggal 4 November 1982.