Rusia Miliki Proyek 'Gila' akan Kirim Dua Terminator untuk Bangun Koloni di Bulan
Kehadiran tentara robot layaknya sebuah film berjudul Terminator ternyata bukan hanya fiktif belaka.
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNJAMBI.COM - Kehadiran tentara robot layaknya sebuah film berjudul Terminator ternyata bukan hanya fiktif belaka.
Rusia berangan-angan miliki tentara robot yang bisa menjadi andalan mereka dalam pasukan militernya.
Proyek ambisius Rusia yang dikenal sebagai FEDOR telah melakukan sejumlah peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka berencana untuk membuat robot humanoid yang mampu mempelajari kemampuan layaknya manusia, mirip dengan robot dalam film Terminator.
Bukan itu saja robot ini rencananya akan dikirim untuk membuat koloni di bulan.
Robot ini akan mengawali misi pertama terbang ke angkasa luar pada awal 2020.
Baca: Kisah Benny Moerdani Banting Baret Merah Kopassus Dihadapan Komandannya, Para Perwira Tinggi Kaget
Baca: Sosok yang Terlupakan dalam Pembebasan Sandera di Papua oleh Kopassus, Searcher UAV
Baca: Keberanian Prajurit Kopassus Pratu Suparlan, Tubuh Dihujani Peluru Tapi Mampu Habisi 83 Pemberontak
Seperti yang dilansir TribunJambi.com dari JejakTapak.com, sebuah sumber di industri roket dan ruang angkasa Rusia mengatakan kepada Sputnik bahwa dua robot FEDOR (Akronim berbahasa Rusia yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan Final Experimental Demonstration Object Research) dapat dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan pesawat ruang angkasa Soyuz Agustus mendatang.
“Kami sedang mempertimbangkan menggunakan pesawat antariksa tak berawak Soyuz untuk melakukan uji terbang dari sistem robot FEDOR tahun depan,” kata sumber itu.
“Selanjutnya, penerbangan baik robot tunggal atau dua robot sekaligus sedang dipertimbangkan,” sumber itu menambahkan.
Menurut sumber industri, penerbangan FEDOR dianggap sebagai kesempatan untuk menguji mereka sebelum mereka dikirim ke luar angkasa di atas pesawat antariksa baru Rusia, yang saat ini sedang dikembangkan dan diharapkan akan online pada awal 2020-an.
Baca: 4 Personel Marinir Indonesia Tantang Kapal Perang Malaysia, Begini Aksi Mereka di Laut
Baca: Ketika Sedang Berpuasa Marinir Indonesia Gemparkan Latihan Bersama Tingkat Dunia RIMPAC
Baca: Aksi Nekat 4 Marinir Indonesia Berhadapan dengan Kapal Perang Malaysia, Kalah Jumlah Namun Berani
Robot humanoid akan mengemudikan kapal, tetapi tidak akan terbatas pada kompartemen penyimpanan mereka, baik, dan akan melayani penumpang dan membantu pilot manusia dengan menyediakan berbagai informasi tentang penerbangan berdasarkan algoritma yang sudah diprogram.
Sumber itu mencatat bahwa gagasan itu telah menerima persetujuan awal dari pejabat Roscosmos dan dijuluki sebagai ‘Kiberekipazh’ (‘CyberCrew). Roscosmos belum mengomentari informasi ini.
Sebelumnya, Sputnik melaporkan bahwa FEDOR diharapkan akan mengambil bagian dalam tiga uji penerbangan dari Federatsiya, termasuk uji orbital pada tahun 2022, uji coba docking ISS dalam mode pilot otomatis pada tahun 2023, dan dengan kosmonot di kapal pada tahun 2024.
Proyek FEDOR adalah gagasan Android Technology, sebuah lembaga penelitian robot Rusia dan Foundation for Advanced Studies. Proyek ini dimulai pada tahun 2014 sebagai membuat robot penyelamat untuk Kementerian Darurat Rusia.
Baca: Bak Siluman, Kopaska TNI AL ini Masuk Tanpa Suara ke Kapal Perang Malaysia, Hingga Buat ABK Gentar
Baca: Kehebatan Kopaska, Pasukan Khusus TNI AL Jauhkan Bahaya Buaya di Peraian Ramai Pengunjung ini
Baca: Rumah Anggota Kopaska TNI AL Disatroni Komplotan Maling, Begini Akhir Nasib Para Pencuri itu
Setelah itu proyek telah diperluas, dan robot dilihat sebagai sarana untuk menggantikan manusia dalam situasi berisiko tinggi.