Uji Nyali di Atas Ombak Laut Selatan yang Ganas, Jalan di Atas Kaca
"Siapa tahu jadi hepi terus malah jadi kuat nyali," canda Rahmat, petugas yang biasa berjaga di spot teras kaca.
Namun pengelola sudah membangun satu buah rumah limasan, dan sejumlah gazebo.
Toilet sudah disediakan meski baru ada dua kamar.
Restoran atau warung makan belum ada, kecuali makanan dan minuman ringan serta kelapa muda.
Nah, untuk bisa berfoto di teras kaca, pengunjung harus sabar antre.
Baca: Ada Open House di Rumah Dinas Wali Kota Jambi Sampai Sore, Silakan Datang
Teras kaca itu lebarnya sekitar 8 meter menjorok dari bibir tebing sekitar 5 meteran.
Kerangkanya besi baja, dengan lantai kaca setebal 12 mm.
Panggung itu diikat tali baja (sling) dan diikatkan di tiang besi yang ditanam di pondasi beton.
Pengelola hanya menyediakan spot foto dan tenaga yang mengatur antrean.
Tidak ada fasilitas pemotretan dari pengelola seperti di obyek wisata alam seperti The Lodge Maribaya, Lembang.
Jadi pengunjung harus siap alat foto sendiri, minimal kamera ponsel.

"Tapi petugas kami bisa membantu jika diperlukan saat pemotretan ramai-ramai. Biar semua bisa ikut," tambah Purwadi.
Untuk pengaturan, dibatasi hanya maksimal empat pengunjung boleh berfoto di teras kaca.
Ini demi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung.
Buat yang nyalinya lemah, bisa dicoba gaya-gayaan atau selpi-selpi di spot ini.
Baca: Cara Kirim Ucapan Selamat Idul Fitri 2018 Serentak di Kontak Whatsapp, Ini Panduannya
"Siapa tahu jadi hepi terus malah jadi kuat nyali," canda Rahmat, petugas yang biasa berjaga di spot teras kaca.