Selain Kelaparan dan Kemiskinan, Hanya 'Sekedar' Berkeyakinan Warga Korea Utara Harus Bertaruh Nyawa
Bagi pemerintah Korea Utara, penyebaran agama merupakan hal yang sangat berbahaya, tak ayal untuk sekadar
Dalam wawancara dengan NY Times medio 2012, empat warga Korea Utara mengaku mendapat ancaman akan disiksa dan dipenjara jika mereka berbicara pada wartawan atau misionaris Kristen soal pembatasan berkeyakinan di Korea Utara.
"Jika pemerintah tahu saya sedang membaca Alkitab, saya bisa dihukum mati," ujar wanita yang tak disebutkan namanya.
Dalam sebuah rilisan tahun 2018, Kelompok Kristen Open Doors, menempatkan Korea Utara sebagai negara terburuk bagi umat Nasrani.
Sementara itu, Reuters melaporkan sejumlah gereja yang didirikan di Korea Utara hanya digunakan sebatas simbol bahwa negara mengakui kebebasan beragama.
Tidak seikit warga Korut yang mengaku gereja hanya dijadikan pajangan bagi warga asing dan wisatawan.
"Umat Nasrani di Korea Utara hidup dalam bahaya. Tidak sedikit dari mereka dihukum dalam kamp-kamp pekerja dan dieksekusi mati," tandas Benedict Rogers dari Christian Solidarity Worldwide.
"Rezim Korut menuntut kesetiaan mutlak rakyatnya dan mereka menganggap agama dapat merusak ideologi kenegaraan," tutup Benedict. (Grid.Id)