Sudah Angkat Tangan Tanda Menyerah, Kenapa Razan Najjar Tetap Ditembak Tentara Israel Hingga Tewas?
Dalam insiden itu, perawat berusia 21 tahun tersebut sedang mencoba membantu pengunjuk rasa yang terluka di perbatasan Gaza.
Menurut Yahoo News, militer Israel mengatakan ada ribuan perusuh berada di sejumlah lokasi terpisah di sepanjang perbatasan.
Para demonstran dilaporkan membakar ban yang berdekatan dengan pagar keamanan dan berusaha merusak infrastruktur keamanan.
Para pejabat Israel mengatakan tembakan ditujukan pada kendaraan militer.
Baca: 2 Opsi Ditawarkan Pemerintah Bagi Honorer K-2 yang Tak Lulus Seleksi CPNS 2018
Pejabat tersbeut juga mengatakan bahwa ada seorang warga Palestina yang telah menyeberang ke Israel.
Orang tersebut diduga menanam granat dan kembali ke Gaza.
meski tidak diketahui identitas warga Palestina yang dimaksud, namun tak menutup kemungkinan bahwa Razan dicurigai sebagai salah satunya.
Atas hal itu, pejabat Israel menekankan tentaranya bertindak sesuai dengan aturan.
"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus bekerja untuk menarik pelajaran operasional dan mengurangi jumlah korban di area pagar keamanan Jalur Gaza.
Sayangnya, organisasi teror Hamas dengan sengaja dan secara metodis menempatkan warga sipil dalam bahaya," ujar sebuah pernyataan dari pihak Israel.
Baca: Millendaru Posting Foto Lelaki dengan Lambang Hati, Warganet Salfok: Gatel Ko?
3. Diduga disengaja
Dengan kekuatan militer Israel yang terlatih, mustahil agaknya seorang sniper melakukan kesalahan menembak.
Maka kemungkinan ketiga tewasnya Razan ditangan penembak jitu adalah memang disengaja.
Meski sanksi hukuman dari PBB ada, namun agaknya dalam kemungkinan ketiga ini militer Israel tak begitu mempertimbangkannya.
Keberadaan tenaga medis yang senantiasa membantu para demonstran di jalur Gaza, mungkin dianggap berbahaya dan memperlambat kerja militer untuk membubarkan demonstran.
Apalagi tim medis bertugas untuk menolong dan memulihkan kondisi demonstran ketika mereka terluka.