Tenang dan Cerah, Inilah Fenomena Alam yang Menjadi Ciri-ciri Datangnya Lailatul Qadar
Setelah turun di baitul izzah, barulah Malaikat Jibril memberikan wahyu Alquran secara berangsur kepada Nabi Muhammad.
Namun bukan berarti kita tidak diberi tanda-tanda akan kehadiran malam yang mulia tersebut.
Dilansir dari NU online, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu, KH Ridwan Syuaib menjelaskan beberaoa ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang salah satunya adalah turun dimalam-malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadan.
Adapula tanda-tanda alam yang bisa ditengarai sebagai tanda malam Lailatul Qadar.
"Rasul juga memberitahukan bahwa pada ciri lain Lailatul Qadar di antaranya suasana malam yang terang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung, tidak hujan dan berangin dan tidak ada bintang berjalan," rinci KH Ridwan.
"Pada siang hari suasana cerah dan matahari bersinar namun tidak terasa panasnya," imbuhnya.
Di malam tersebut, KH Ridwan mengimbau agar seluruh ummat Islam memburu malam yang hanya ada di Bulan Ramadan tersebut.
"Mari bersama-sama memburu, mengintai lailatul qadar dengan doa, shalat dan amalan-amalan ibadah lainnya," ajaknya.
Baca: 7 Amalan Agar Peroleh Keberkahan di Malam Lailatul Qadar
Biasanya, KH Ridwan dan jamaah dilingkungannya memburu malam Lailatul Qadar dengan melakukan itikaf di masjid dan melakukan rangkaian ibadah lainnya sampai subuh di malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Ibadah-ibadah tersebut meliputi Salat Tahiyatul Masjid, Salat Sunnah Wudlu, Salat Taubat, Salat Hajat dan Salat Tahajud.
Setelah itu membaca Tasbih, Surat Alfatihah dan doa yang ditujukan untuk para nabi, guru, orangtua dan keluarga.
"Setelah membaca shalawat dan tahlil sebanyak 100 kali kegiatan ditutup dengan doa," jelasnya. (*)