Ramadan Mubarak
Sehari-hari Berbahasa Inggris dan Arab, Begini Aktivitas Santri Pondok Pesantren An-Nur
"Kita setiap habis salat subuh diberikan hafalan kosakata, itu sekitar dua kosakata. Jadi santri di suruh menghafal, sebelum tidur..."
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pondok Pesantren An-Nur yang terletak di Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, telah berdiri sejak 2004.
Pondok pesantren yang dipimpin Ustaz Marwazi itu telah meluluskan sebanyak sekira 1.000 santri. Saat ini, ponpes memiliki santri 500-an orang.
Bulan suci Ramadan tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan ujian sekolah.
Menurut Ustaz Marwazi, pelaksanaan ibadah-ibadah di dalam bulan suci Ramadan tetap dijalankan.
"Rutinitas santri seperti biasa, melaksanakan saalat wajib berjamaah, salat tarawih, witir dan tadarusan," ujarnya
Namun, kata Ustaz Marwazi, memang saat waktu ashar menjelang magrib, para santri berkumpul di masjid untuk melakukan pengkajian kitab Subul As- Salam.
Dia mengatakan Pondok Pesantren An-Nur mulai dari awal berdiri pondok hingga saat ini, ketika bulan suci Ramadan, tidak meliburkan santri-santrinya.
Itu dilakukan agar para santri lebih fokus dalam menjalankan ibadah-ibadah saat puasa.
"Memang sudah kesepakatan dari awal berdiri hingga saat ini, mulai dari awal puasa hingga 20 hari puasa para santri tinggal di asrama. Ini juga mendapat dukungan dari orang tua santri," jelasnya.
Hal ini dilakukan agar para santri terpola dan terkontrol dalam melakukan ibadah puasa serta memanfaatkan bulan baik ini sebaik mungkin. Selain itu juga agar para santri terpola dan terkontrol dalam melakukan ibadah puasa serta memanfaatkan bulan baik ini sebaik mungkin.
Bahasa Arab dan Inggris sehari-hari
Santri di Pondok Pesantren An- Nur wajib menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dalam berkomunikasi sehari-hari. Itu merupakan komitmen agar nanti para santri yang telah lulus memiliki basic dua bahasa tersebut.
Guru ponpes, Ustazah Sunarti, mengatakan memang untuk santri baru akan terasa sulit, namun lama kelamaan akan terbiasa.
"Kita setiap habis salat subuh diberikan hafalan kosakata, itu sekitar dua kosakata. Jadi santri di suruh menghafal, sebelum tidur itu habis isya mereka setor hafalan," jelasnya.
Baca: Malam Nuzulul Quran di Sarolangun, Ribuan Jemaah di Masjid Alfalah
Baca: Fachrori Umar Bercerita Pengalaman, Peringatan Malam Nuzulul Quran di Masjid Seribu Tiang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/santri-pondok-pesantren-an-nur-yang-te_20180601_222015.jpg)