Aman Abdurrahman Terdakwa Terorisme 'Insyaallah akan Keluar Penjara Berupa Mayat Sebagai Syahid'

Dirinya mengaku dilobi seorang peneliti bidang kajian Islam bernama Prof Rohan asal

Aman Abdurrahman Terdakwa Terorisme 'Insyaallah akan Keluar Penjara Berupa Mayat Sebagai Syahid'
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Aman Abdurrahman saat sidang di Pengadilan Negeri Jaksel, Jumat (25/5/2018) 

TRIBUNJAMBI.COM - Aman Abdurrahman, terdakwa perkara bom Thamrin, dalam pleidoinya mengaku pernah dilobi warga asing untuk berdamai dengan pemerintah selama di tahanan.

Dirinya mengaku dilobi seorang peneliti bidang kajian Islam bernama Prof Rohan asal Sri Lanka yang bekerja untuk Pemerintah Singapura.

Rohan juga bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

Baca: Jadwal dan Live Streaming Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool, Langsung Klik di Sini

Pada awalnya Rohan mewawancarai Aman di sel isolasi Gegana Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 21 Desember 2018.

Saat itu, Rohan menanyai Aman tentang tauhid, kesyirikan, dan sistem pemerintahan demokrasi, Khilafah Islamiyah dan Hijrah, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemikirannya.

Keesokan harinya, Rohan kembali mewawancarai Aman tentang buku-buku dan rekaman kajian yang disebarkan selama di penjara dan di luar penjara.

Kali ini, wawancara Aman direkam oleh Rohan dan timnya.

Dalam pertemuan selanjutnya, Rohan datang melobi Aman melalui tiga pertanyaan.

Pertanyaan pertama, Rohan menawarkan kepada Aman untuk berkompromi dengan pemerintah?

Jika dirinya mau berkompromi dengan pemerintah, maka hukumannya akan diringankan.

Halaman
12
Editor: suci
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved