Buka Mulut pada Delegasi PBB Tentang Kekejaman Tentara, Penduduk Rohingya Ini Diburu

Tentara Myanmar ditugaskan memburu penduduk Rohingya yang bertemu dengan delegasi Dewan Keamanan PBB (UNSC) di Rakhine, pekan lalu.

Buka Mulut pada Delegasi PBB Tentang Kekejaman Tentara, Penduduk Rohingya Ini Diburu
Net
Ilustrasi: Jamalida Begum dan anaknya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh setelah dia berbicara engan wartawan pada 2016. 

TRIBUNJAMBI.COM, LONDON - Tentara Myanmar ditugaskan memburu penduduk Rohingya yang bertemu dengan delegasi Dewan Keamanan PBB (UNSC) di Rakhine, pekan lalu.

Ketika pertemuan itu, perwakilan penduduk etnis tersebut dilaporkan menceritakan kekejaman yang dilakukan oleh tentara.

Akhbar The Guardian hari ini melaporkan, mereka terpaksa bersembunyi dan diperkirakan telah menyeberang ke Bangladesh setelah diburu pihak berkuasa.

Baca: Rakyatnya Bergelut Kemiskinan, Mantan Presiden Ini Kabur Bawa Sejumlah Kekayaan dengan Pesawat

"Pegawai di Maungdaw telah memberi peringatan keras kepada penduduk Rohingya supaya tidak membuat ungkapan apapun tentang kerajaan atau pasukan untuk keselamatannya. Siapa saja yanng melanggarnya bakal berhadapan dengan konsekwensi yang serius," laporan Akhbar yang berpusat di Britain itu mengutip pernyataan wartawan Rohingya.

Kebanyakan penduduk Rohingya terpaksa berdamai dengan arahan itu karena takut. Namun tiga remaja dan seorang wanita di perkampungan Nolboinna nekat melanggar perintah tersebut.

"Tidak lama setelah delegasi PBB meninggalkan kampung tersebut, mata-mata dari unit tentara menggelar Sa Ra Pa dan Polis Penjaga Batas Daerah datang mencari mereka yang membuka mulut.

"Beberapa mata-mata tersebut turut merekam ucapan itu dan meminta penduduk mencari keempat-empat individu tersebut," jelas laporan itu.

Baca: Ragu Menikah karena Ukuran Mr P Hanya 2 Cm, Bisakah Dok?

Baca: Dulu Seorang Jutawan, Kini Ia Tinggal di Pulau Terpencil Tanpa Air Bersih dan Listrik

Ketika kunjungan selama sehari ke Rakhine pada 1 Mei lalu, wakil PBB mendatangi beberapa perkampungan Rohingya untuk mendengar sendiri cerita dari mereka tentang kekejaman yang dilakukan tentara.

Sumber: Press TV/The Guardian

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved