NGERI! Ini Foto Senjata yang Dibawa Napi Teroris, Jarak Tembak Bisa 500-800 Meter

Saat itu, mereka diultimatum dan diberi pilihan, menyerah atau diserbu. Kemudian, 10 narapidana teroris yang awalnya bersikeras...

NGERI! Ini Foto Senjata yang Dibawa Napi Teroris, Jarak Tembak Bisa 500-800 Meter
Suasana rumah tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018) setelah berhasil dikuasai kembali oleh Polri. Sebanyak 155 tahanan terorisme akhirnya menyerah tanpa syarat ke pihak aparat kepolisian setelah kerusuhan selama kurang lebih 36 jam. (Dok Polri) 

TRIBUNJAMBI.COM, DEPOK - Narapidana teroris merampas 30 pucuk senjata dari polisi saat kerusuhan dan penyanderaan di Markas Komando (Mako) Brimob.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Wiranto, mengatakan seluruh senjata itu akhirnya diserahkan, saat 145 dari 155 narapidana teroris menyerahkan diri usai diultimatum oleh polisi.

Saat itu, mereka diultimatum dan diberi pilihan, menyerah atau diserbu.

10052018_iptu sulastri, polwan yang jadi korban di mako brimob
10052018_iptu sulastri, polwan yang jadi korban di mako brimob (Kolase)

"145 dari 155 narapidana keluar satu persatu menyerah tanpa syarat. Senjata ditinggal 30 pucuk senjata yang mereka sita dari aparat keamanan," kata Wiranto dalam konferensi pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Kemudian, 10 narapidana teroris yang awalnya bersikeras melawan akhirnya menyusul menyerahkan diri.

Baca: VIDEO: Ratusan Petani Geruduk Kantor Gubernur Jambi, Tuntut Hak Kepemilikan Tanah

Baca: Pakai Belut Supaya Kelihatan Perawan, Ini Cara Jaringan Prostitusi Kadali Korban

Baca: Menyedihkan, Curhat Sahabat Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu, Dari Karier -Asmara

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Muhammad Iqbal menduga para narapidana teroris bisa mendapatkan senjata lantaran merampas milik polisi.

Selain itu, ia menduga, para narapidana teroris juga menjebol ruang penyimpanan barang bukti.

"Yang jelas senjata diduga kuat dari hasil rampasan rekan-rekan terbaik kami yang gugur, dan juga mereka menjebol terhadap (ruang) penyimpanan barang bukti," kata Iqbal saat ditemui di Markas Komando (Mako) Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Hal senada disampaikan Wakapolri Komisaris Jenderal (Pol) Syafruddin. Ia menyatakan narapidana teroris di Markas Komando (Mako) Brimob, Depok, sempat merebut senjata milik polisi dengan jarak tembak 500-800 meter. Karena itu polisi memblokade jalan di depan Kompleks Mako Brimob.

Teroris yang injak kepala korban tewas di Mako Brimob
Teroris yang injak kepala korban tewas di Mako Brimob (instagram)

Jalan yang ditutup mulai dari Gereja GPIB Gideon hingga perempatan Universitas Gunadarma. Selain itu, polisi juga melarang wartawan masuk ke dalam Mako Brimob.

Halaman
12
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved