Nomor Seluler Registrasi Tak Sah Segera Hangus! Operator Mulai Cleansing

Sebelum melakukan pemblokiran para operator seluler melakukan pemberitahuan melalui SMS atau media lain kepada nomor tersebut"

Nomor Seluler Registrasi Tak Sah Segera Hangus! Operator Mulai Cleansing
IST
Registrasi ulang

TRIBUNJAMBI.COM - Saat ini, operator seluler terus melakukan penonaktifan terhadap nomor-nomor secara bertahap. Proses cleansing akan tuntas pada 1 Mei 2018.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komimfo), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan operator telekomunikasi mengadakan pertemuan di hari Jumat (13/4/2018) pekan lalu .

Hasilnya, seluruh operator telekomunikasi seluler menonaktifkan (cleansing) nomor-nomor kartu prabayar yang diregistrasi secara tidak benar atau dilakukan dengan menggunakan NIK dan KK orang lain secara tanpa hak.

Muhammad Imam Nashiruddin Komisioner BRTI mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat evaluasi terhadap penonaktifan nomor-nomor ponsel yang diduga disalahgunakan.

"Berdasarkan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bahwa dicurigai banyak orang yang tidak melakukan registrasi dengan benar," katanya ke KONTAN, Senin (16/4/2018).

Proses cleansing akan tuntas pada 1 Mei 2018. Saat ini, operator terus melakukan penonaktifan terhadap nomor-nomor tersebut secara bertahap.

Baca: 5 Penemuan Harta Karun yang Tak Terduga, Alamak! Abis Itu Kaya Raya Mendadak. . .

Baca: VIDEO: Ngaku TNI, Pria ini Terekam Halangi Laju Ambulan yang sedang Darurat, Kini Wajahnya Viral

Baca: VIDEO: 20 Hari Tersesat di Hutan Tarutung Batang Merangin. Begini Kondisi Umar Saat Ditemukan

"Sebelum melakukan pemblokiran para operator seluler melakukan pemberitahuan melalui SMS atau media lain kepada nomor tersebut," terang Merza Fachys, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Selasa (17/4/2018).

Dalam rapat dengar pendapat antara Kominfo dengan Komisi I DPR pada 9 April lalu, terungkap ada jutaan nomor ponsel prabayar yang melakukan registrasi dengan satu NIK.

Kejanggalan paling banyak di nomor Indosat Ooredoo, ada satu NIK terdaftar hingga 2,22 juta kali.

Kejanggalan registrasi juga terjadi pada operator lain. Namun nomor-nomor yang melakukan registrasi ganda di operator non Indosat tercatat puluhan hingga ratusan ribu kali.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati menyatakan, Telkomsel mendukung penuh program cleansing pemerintah.

"Telkomsel akan terus melakukan koordinasi dengan regulator dan Dukcapil", ujarnya kepada KONTAN, Selasa (17/4/2018).

Senada, Tri Wahyuningsih, GM Corporate Communication XL Axiata siap melakukan aksi bersih-bersih nomor ponsel yang tidak sesuai proses registrasi. "Ini akan memberikan manfaat bagi kesehatan industri seluler ke depan," ujarnya.

Ia menilai, kebijakan cleansing bisa memberikan kenyamanan dan kemudahan layanan bagi pelanggan.

Dia tidak memungkiri cleansing akan menurunkan jumlah pelanggan. "Seberapa besarnya kami belum bisa menyampaikan. Yang jelas saat ini kami fokus melaksanakan hal tersebut," tandasnya.

Baca: 5 Penemuan Harta Karun yang Tak Terduga, Alamak! Abis Itu Kaya Raya Mendadak. . .

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved